#Review Film

Review Film | “Manchester by the Sea (2016)” Tidak Butuh Pura-Pura

Manchester by the Sea adalah film paling raw (mentah)–di makna positif–rilisan 2016, bahkan tetap relevan dalam repositori karya sinema sekian tahun terakhir. Bermain dengan elemen “kehilangan”, film ini menampilkan karakter-karakternya yang sangat nyata, lengkap dengan problema yang sangat jauh dari kesan pura-pura. Perjalanan hidup kali ini mengikuti keluarga Chandler dan orang-orang terdekatnya. Sosok sentralnya adalah […]

#Review Film

Review Film | “Moonlight (2016)” Menerima dan Memahami

Ingat Boyhood yang fenomenal itu? Moonlight memiliki akar yang sama: pencarian identitas semampunya. Film ini berkisah tentang fase kehidupan seorang anak keturunan ras Afrika-Amerika di sebuah permukiman kulit hitam di Miami, Amerika Serikat. Kehidupannya ternyata terlalu banyak dikado oleh semesta. Dia hidup bersama sang ibu yang seorang pecandu narkoba akut; mesti terbiasa dengan bully; menemukan […]

gunawan maryanto

Review Film Indonesia | “Istirahatlah Kata-Kata (2016)” Wiji Thukul yang Manusia Biasa

Segarang-garangnya citra seseorang, mereka tetaplah orang, bagian dari entitas manusia. Yang antara takut dan nekat kadang tidak kenal alokasi ruang dan waktu. Yang antara provokatif dan sekadar jujur pada diri sendiri kadang beda efek karena faktor tafsir orang lain beda-beda. Itulah sosok Wiji Thukul yang dibawa oleh karya sinema berjuluk Istirahatlah Kata-Kata garapan Yosep Anggi […]

#Review Film

Review Film | “Hidden Figures (2016)” Tidak Ada Mayor Tanpa Minor

Seyakin pose tiga perempuan di posternya, Hidden Figures tampil percaya diri dan stabil. Meskipun membawa frasa yang cukup berat: “untold story”, tetapi film ini lewat penanganan Theodore Melfi memilih jalur alternatif dengan mengisahkan perjalanan para tokoh sentralnya di sirkuit ringan. Kita bisa dengan mudah dibuat tersenyum, geram, tertawa, dan beberapa kali terharu-merinding di momen-momen yang […]

#Review Film

Review Film | “La La Land (2016)” Los Angeles dan Balon-Balon Asa

Berbekal tumpukan asa dan segepok attitude, La La Land punya paket lengkap untuk disebut sebagai film motivasi. Perpaduan apik antara jazz dan dunia seni itu sendiri. Mengawali perjalanan berdurasi dua jam lebih sedikit, penonton disambut oleh visual kemacetan di Los Angeles (LA). Di sini pulalah awal pertemuan Mia dan Sebastian terjadi, meski impresinya kurang mengenakkan. […]

#SpectacularTen

#SpectacularTen 10 Film Terbaik 2016 (Bagian 2)

Kita sudah sampai di penghujung tahun. Sedikit mengulang dari artikel bagian satu, seperti tradisi sebelumnya, daftar penerima label terbaik sudah dibuat, rentang periodenya antara 30 Desember 2015 hingga 30 Desember 2016. Bagi kamu yang belum membaca urutan 10-6 (plus bonus shortlist 23-11), silakan klik gambar di bawah ini. Mari kita lanjutkan, berikut tersapa bekerjasama dengan […]

#SpectacularTen

#SpectacularTen 10 Film Indonesia Terbaik 2016 (Bagian 2)

Setelah melewati 2016, kita semakin diyakinkan bahwa film Indonesia memiliki dua waktu pesta pora: lebaran dan akhir tahun. Selain karena biasanya jadwal rilis keroyokan—jedanya tidak berselang lama—jumlah raupan penontonnya pun bisa dibilang masif. Namun begitu, fakta ini juga tidak bisa dijadikan patokan seutuhnya. Toh ada juga film yang rilis September yang akhirnya bertengger di urutan […]

#SpectacularTen

#SpectacularTen 10 Serial TV Terbaik 2016 (Bagian 2)

Kalau kamu mengikuti ulasan yang ditulis di ngepop, pasti familiar dengan frasa: serial TV sudah tidak sederhana. Dan itu dibuktikan dengan gerombolan yang berhasil masuk di 10 besar daftar terbaik 2016. Ada yang dari luaran nampak sederhana, tetapi kalau mau melongok sedikit lebih dalam, sebenarnya ada untaian kehidupan yang mendalam. Agaknya kondisi ini memang sengaja […]

#Review Film

Review Film Indonesia | “Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara (2016)” Kesadaran Kita Sebagai Indonesia

Ada terlalu banyak kebetulan di film Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara. Sedikit kebetulan itu menyenangkan, sedang kebanyakan justru bikin komplikasi. Prolog jadi goyah. Meski begitu, setelah mencoba mengendapkan sekian waktu, saya disadarkan bahwa pilihan-pilihan itu memang disengaja. Penonton diajak mengikuti Aisyah, perempuan berjilbab yang menunggu panggilan kerja sebagai guru dari sebuah yayasan. Dia berada di posisi […]