#Review Film

Review Film | “Fences (2016)” Teater di Layar Lebar

Keajaiban Fences terletak di dua aspek utama: naskah dan pemeranan. Denzel Washington dan Viola Davis adalah keajaiban sebab mereka bisa mengeksekusi dialog/monolog yang panjangnya begitu tidak manusiawi secara sangat lancar dan lebur. Inilah panggung teater ketika ditranslasikan ke layar lebar. Film ini berkisah tentang pasangan suami-istri Maxson berseting di rutinitas keluarga kulit hitam di lingkungan […]

#Review Film

Review Film | “Hell or High Water (2016)” Tentang Kesepian

Menikmati Hell or High Water secara utuh artinya juga harus paham makna literal judulnya. Idiom ini bisa jadi masih awam di telinga penonton Indonesia, makna denotasinya adalah: tindakan sesulit apa pun akan ditempuh demi mencapai tujuan. Dan itulah nyawa sebenarnya dari film western modern ini. Film ini adalah tentang Tanner Howard dan Toby Howard—kakak seorang […]

#Review Film

Review Film | “Lion (2016)” Menjadi Jujur dan Tangguh

Ada kondisi-kondisi tertentu yang bisa membuat manusia berada di posisi tidak tentu arah. Tersesat, misalnya. Akan muncul banyak ketidakpastian nasib di situ. Lion yang semula berkutat di perkara lost and found pada akhirnya bisa berbicara lebih dari itu. Dengan kemasan yang jauh dari predikat kompleks, film ini justru menampilkan besarnya hati yang dimiliki, cukup besar […]

#Review Film

Review Film | “The Edge of Seventeen (2016)” Menertawakan Kepolosan

The Edge of Seventeen merupakan film yang langka: semua karakter yang diberi jatah ngomong adalah scene stealer. Semua! Saya ragu apakah titel tersebut tepat guna karena penyematannya pada kolektif bukan segelintir. Namun yang jelas, kurang-lebih begitulah maksudnya. Film ini berkisah tentang Nadine, seorang cewek eksentrik yang dari kecil sudah punya bakat minder. Gelagatnya berkebalikan dengan […]

#Review Film

Review Film | “Patriots Day (2016)” Memusuhi Kebencian dengan Cinta

Tahun 2016 menjadi saksi sahnya saya menghormati sosok Mark Wahlberg dan Peter Berg. Ketika film-film based on true story lain masih banyak yang berkutat dengan kisah puluhan hingga ratusan tahun silam, duo ini justru memilih mengangkat fakta yang bersifat kontemporer–belum berselang lama. Pertama lewat Deepwater Horizon dan sekarang dengan Patriots Day. Sebuah pilihan yang tidak […]

#Review Film

Review Film | “A Monster Calls (2016)” Kontemplasi Diri

A Monster Calls adalah film tentang kontemplasi diri. Film ini menunjukkan bagaimana rapuhnya manusia ketika harus berhadapan dengan diri sendiri. Tentang menyiksanya proses jujur-jujuran pada ketakutan yang selama ini membelenggu sehingga nantinya tidak harus direpotkan oleh tutupan topeng pura-pura lagi. Film ini adalah milik Conor O’Malley. Seorang bocah yang beranjak dewasa yang hidup bersama sang […]

#Review Film

Review Film | “Manchester by the Sea (2016)” Tidak Butuh Pura-Pura

Manchester by the Sea adalah film paling raw (mentah)–di makna positif–rilisan 2016, bahkan tetap relevan dalam repositori karya sinema sekian tahun terakhir. Bermain dengan elemen “kehilangan”, film ini menampilkan karakter-karakternya yang sangat nyata, lengkap dengan problema yang sangat jauh dari kesan pura-pura. Perjalanan hidup kali ini mengikuti keluarga Chandler dan orang-orang terdekatnya. Sosok sentralnya adalah […]

#Review Film

Review Film | “Moonlight (2016)” Menerima dan Memahami

Ingat Boyhood yang fenomenal itu? Moonlight memiliki akar yang sama: pencarian identitas semampunya. Film ini berkisah tentang fase kehidupan seorang anak keturunan ras Afrika-Amerika di sebuah permukiman kulit hitam di Miami, Amerika Serikat. Kehidupannya ternyata terlalu banyak dikado oleh semesta. Dia hidup bersama sang ibu yang seorang pecandu narkoba akut; mesti terbiasa dengan bully; menemukan […]

gunawan maryanto

Review Film Indonesia | “Istirahatlah Kata-Kata (2016)” Wiji Thukul yang Manusia Biasa

Segarang-garangnya citra seseorang, mereka tetaplah orang, bagian dari entitas manusia. Yang antara takut dan nekat kadang tidak kenal alokasi ruang dan waktu. Yang antara provokatif dan sekadar jujur pada diri sendiri kadang beda efek karena faktor tafsir orang lain beda-beda. Itulah sosok Wiji Thukul yang dibawa oleh karya sinema berjuluk Istirahatlah Kata-Kata garapan Yosep Anggi […]