Review Film | “Everybody Wants Some!! (2016)” Jadul yang Loveable

Estimasi waktu baca: 2 menit

Everybody Wants Some!! memiliki semua syarat untuk menjadi film yang loveable.

Karakter-karakternya melekat. Production design, make-up, hairstyling, serta costume design-nya mampu berbicara banyak guna mengokohkan seting waktu yang diambilnya. Pun Linklater selalu tahu bagaimana cara meramu dialog sederhana supaya tetap bisa tampil manusiawi.

Film ini berkisah tentang Jake, anggota baru yang bergabung di klub college baseball–berlokasi di Texas. Di rumah yang menjadi basecamp mereka, bermunculanlah banyak momen yang melibatkan “soul” setiap penghuninya. Kesemuanya menjadi lebih menarik sebab rentang waktu yang diambil sangatlah pendek, tiga harian sebelum libur sekolah berakhir.

Linklater adalah sutradara penuh daya tarik bagi mereka pecinta pengisahan yang nampak sederhana namun sesungguhnya menyimpan kedalaman tak terkira.

Karena ketika kita membicarakan Linklater, tidak bisa dipisahkan dari trilogi Before (Sunrise, Sunset, Midnight) dan proyek prestisius: Boyhood. Secara kasat mata, hampir semua filmnya mengandalkan permainan dialektika–dan ini tidaklah mudah, apalagi karyanya selalu konsisten. Kalau menengok lebih jauh, Everybody Wants Some!! langsung mengingatkan saya pada Dazed and Confused (1993).

 

Film ini memberikan keintiman.

Ketika banyak filmmaker masih bermain di level kulit waktu mengangkat plot keseharian–hanya menjual hal-hal klise tanpa pendalaman dan sudut pandang baru–Linklater mampu menyuguhkan “isi” di balik kulit itu sekaligus. Naskah Everybody Wants Some!! sangat terbantu dengan pilihan cerdas pembatasan rentang seting waktu. Sisa libur tiga hari otomatis membuat penonton memiliki porsi yang sangat cukup buat ikut merasakan jengkal demi jengkal pengalaman real-time mereka. Tambahan berikutnya, penonton tidak dipaksa untuk menghafal para tokohnya–yang lumayan banyak. Melainkan, diajak untuk berkenalan secara layak–tiba-tiba bisa gampang familiar dengan masing-masing karakter tanpa tahu kapan bakal berujung. Kualitas akting cast-nya luar biasa, seolah malah bukan seperti akting.

Layaknya film Linklater yang lain, cara terbaik untuk membuktikan review saya adalah dengan langsung menontonnya.

Rasakan secara langsung sensasi bagaimana Linklater mampu menghipnotis penonton milenium untuk sejenak terlempar ke era 80-an. Istilah jadul, tidak selera, maupun aneh bakal dengan mudah tersingkir–ketika durasi bergulir, ya inilah realitas kita. Mendapati bahwa saya bisa dengan mudah memaklumi bahkan mengagumi cara interaksi hingga guyonan yang coba direka ulang di film ini, plus dukungan top-notch production design-make up dan hairstyling-pun costume design yang ada, adalah kepuasan tersendiri. Sepanjang durasi, saya tersenyum tiada henti.

Everybody Wants Some!! memperoleh 9 dari 10 bintang

Film Everybody Wants Some!!! (2016) telah ditonton pada 28 Juni 2016, review resmi ditulis pada 30 Juni 2016 dan 14 Juli 2016.


Review ini sebelumnya tayang di laman tersapacom sebelum akhirnya merger ke ngepopcom dan telah dibaca lebih dari 600 visitor.

Author: aef anas

Kecanduan menulis, menonton, dan karya-karya Christopher Nolan.

Nomine “Kritik Film Terpilih” Piala Maya 2016.

(Visited 30 times, 1 visits today)

Artikel lainnya

Comments

  • a thought by #SpectacularTen 10 Film Terbaik 2016 (Bagian 1) – tersapa.com

    […] baca review lengkap): 11. Captain America: Civil War (9.5/10); 12. Arrival (9.2/10); 13. Zootopia; 14. Everybody Wants Some!!; 15. Jackie; 16. Toni Erdmann; 17. Sully; 18. Fences; 19. Rogue One: A Star Wars Story; 20. Birth […]

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Name and email are required