#Review Film

#Review Film

Catatan | “To the Bone”, “Atypical”, hingga “13 Reasons Why”: Puja Netflix dengan Segala Keberaniannya Melawan Tabu

Di 2017 ini Netflix seolah ingin mengangkat panjinya tinggi-tinggi: bawa ide tertabu, kami akan mewadahi itu. Maret lalu mereka memperkenalkan adaptasi audio-visual untuk 13 Reasons Why dalam wujud serial. Bulan lalu, Juli, Netflix pantang mundur merilis film To the Bone meski selama masa promo awal memperoleh begitu banyak backlash. Bulan ini, Agustus, layanan streaming yang […]

#Review Film

Review Film | “Gifted (2017)” Hidup Sebagai Manusia yang Utuh

Setiap anak layak memperoleh haknya sebagai manusia seutuhnya. Manusia yang boleh punya pilihan, manusia yang bebas dari tekanan, bahkan manusia yang boleh mempertanyakan perspektif segala hal. Siapa pun itu. Gifted mengingatkan kita semua tentang masalah substansial ini dengan begitu hangat. Film ini berkisah tentang Mary, seorang bocah jenius yang tinggal bersama pamannya—Frank, wali resmi pasca […]

#Review Film

Review Film Indonesia | “Rafathar (2017)” Terserah

Film Rafathar tidak peduli penonton. Tidak peduli konvensi logika narasi. Tidak peduli tanggung jawab modal. Bahkan tidak peduli pada Rafathar. Buah cinta Umbara Brothers bersama PH milik Raffi-Gigi ini berkisah tentang seorang bayi hasil rekayasa yang diselundupkan oleh profesornya sendiri supaya tidak jatuh ke tangan sang “pemesan”. Si profesor menaruh paket bayi yang dibalut dengan […]

#Review Film

11 Fakta Menarik “Dunkirk (2017)”, Film Pertama Christopher Nolan yang Berdasarkan Peristiwa Nyata Perang Dunia II

Dunkirk telah dirilis di bioskop sejak 21 Juli 2017. Film teranyar Christopher Nolan yang mengangkat tentang peristiwa Operation Dynamo “Dunkirk” di masa Perang Dunia II ini disebut banyak pihak sebagai salah satu film perang terbaik yang pernah dibuat. Ngepop pun mengukuhkan label serupa, ditandai dengan penyematan skor 10/10 (rating sempurna pertama untuk film rilisan 2017). […]

#Review Film

Review Film Indonesia | “Filosofi Kopi 2: Ben & Jody (2017)” Berusaha Menggoda Penonton

Seperti ulasan singkat dari warganet di Twitter, film Filosofi Kopi 2 adalah film yang menyenangkan, dekat, dan ringan. Menyenangkan karena, seperti film yang disutradarai Angga Dwimas Sasongko lainnya, film Filosofi Kopi 2 disajikan dengan gambar-gambar yang sedap. Cantik dan memenuhi standar ‘kekinian’ yang ada dalam benak banyak orang. Saya cukup yakin orang-orang mampu menikmati pemandangan […]

#Review Film

Review Film | “Dunkirk (2017)” Kemenangan yang Sesungguhnya

Nolan lewat Dunkirk-nya berhasil menghadiahi sinema dan dunia dengan film perang yang pendekatannya belum pernah kita saksikan selama ini. Sebuah film yang pekat dengan suspense nonstop tanpa perlu berpenampilan barbar. Terdapat tiga keping kisah beda sudut pandang yang diperkenalkan di awal durasi. Satu kisah ditunggangi para prajurit yang terjebak di Dunkirk dan mencoba pulang ke […]

#Review Film

Review Film | “Spider-Man: Homecoming (2017)” Vibran dan Segar

Spider-Man: Homecoming adalah vibrasi masa muda. So young and so dumb. Dan ketika saya bilang “so dumb”, ini tidak mengarah ke pemaknaan negatif–nyatanya Peter adalah bocah jenius. Asosiasinya lebih ke berbagai perilaku naif (campuran hasrat idealis dan kepolosan) pun ceroboh dari si manusia laba-laba yang sukses mengundang gelak tawa ketika disaksikan. Selama ini ketika menyaksikan […]

#Review Film

Review Film | “Wonder Woman (2017)” Superior Tanpa Memojokkan

Muncul wacana “Wonder Woman menyelamatkan DCEU”. Apa iya? Bagi saya pribadi, Wonder Woman bukanlah penyelamat DCEU, melainkan penerus warisan blueprint DCEU yang kebetulan mampu menyambung lidah blueprint-nya kepada audiens yang dulu belum terjangkau. Sebagian kecil dari blueprint besar yang digarap oleh Zack Snyder itu kini berhasil ditranslasikan oleh Patty Jenkins dengan tetap memberikan sentuhan perspektifnya […]

#Review Film

Review Film | “Critical Eleven (2017)” Dominasi Ale dan Anya

Critical Eleven (2017) di Ngepop tersedia dalam dua review terpisah: dari sudut pandang yang sudah membaca novelnya dan dari sudut pandang yang belum membaca novelnya. Tulisan ini adalah versi pembaca novelnya. Ada tiga hal yang menyelamatkan Critical Eleven sebagai sebuah film: chemistry tak terbantahkan antara Reza dan Adinia, tata visual yang mapan, dan pendekatan adaptasi novelnya […]