#Review Film

#Review Film

Review Film Indonesia | “Critical Eleven (2017)” Dari Mata yang Tidak Membaca Novelnya

Critical Eleven (2017) di Ngepop tersedia dalam dua review terpisah: dari sudut pandang yang sudah membaca novelnya dan dari sudut pandang yang belum membaca novelnya. Tulisan ini adalah versi bukan pembaca novelnya. Critical Eleven menceritakan tentang pernikahan Ale (Reza Rahadian) dan Anya (Adinia Wirasti) yang dipertemukan semesta di pesawat. Kemudian secara aneh mereka menemukan kecocokan saat […]

#Review Film

Review Film Indonesia | “Kartini (2017)” Menggambarkan R. A. Kartini dengan Sudut Pandang yang Masuk Akal

Mungkin penggambaran paling masuk akal tentang kepribadian dan perjuangan R. A. Kartini itu ada di dalam film Kartini yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Film ini dimulai dari Kartini (Dian Sastrowardoyo) yang dipaksa patuh pada batas antara bangsawan dan rakyat kecil. Aturan yang membuatnya berpisah dan memanggil ibunya dengan sebutan Nyi Ngasirah (Nova Eliza dan Christine […]

#Review Film

Review Film | “Guardians of the Galaxy Vol. 2 (2017)” Beban Prekuel Terlalu Berat

Sekuel Guardians of the Galaxy memikul ekspektasi penonton yang tidak bisa dibilang ringan. Apalagi installment pertamanya memang banyak disebut sebagai salah satu film terbaik MCU. Tidak hanya karena kisahnya yang segar, Vol. 1 menjadi pembuktian bahwa Marvel memang ulung dalam hal menerjemahkan kisah dengan protagonis model keroyokan ke layar lebar. Pada Vol. 2, meski tetap menjadi […]

#Review Film

Review Film | “Dear Nathan (2017)” Chemistry yang Hidup

Siapa bilang sinema Indonesia pemainnya itu-itu saja? Di film-film tipe khusus (biopik, franchise besar, dan sekelasnya) memang nama-nama yang muncul cuma serasa bongkar pasang. Namun, kalau mau lebih bijak, coba tengok film-film coming of age yang diproduksi. Di sinilah ceruk regenerasi tumbuh dan berkembang; dan agaknya di genre inilah penemuan talenta baru berbakat berada di […]

#Review Film

Review Film | “Beauty and the Beast (2017)” Magical nan Dewasa

Live-action Disney tidak bisa dianggap cuma sebagai formalitas mengikuti trend, apalagi cuma disebut sebagai filler. Itu adalah penghinaan. Karya teranyarnya, live-action Beauty and the Beast sangat menampakkan kesungguhan studio berlogo kastil ini untuk memboyong realitas magical ke dunia nyata. Disney mampu merebut hati saya dengan begitu fasih. Film ini berkisah tentang seorang pangeran congkak yang […]

#Review Film

Review Film | “Logan (2017)” Tribute dan Prolog Regenerasi

Sebuah pemuncak fase dari franchise epos yang baik adalah yang mampu memberikan ruang memadai untuk jatah tribute sekaligus potensi regenerasi. Logan memenuhi syarat itu. Film ini pun berhasil mendobrak stigma “polosan” yang selama ini lekat diasosiasikan ke judul-judul layar lebar Marvel. Film ini bercerita tentang babak terakhir yang mesti dilalui oleh Logan atau yang selama […]

#Review Film

Review Film | “Fences (2016)” Teater di Layar Lebar

Keajaiban Fences terletak di dua aspek utama: naskah dan pemeranan. Denzel Washington dan Viola Davis adalah keajaiban sebab mereka bisa mengeksekusi dialog/monolog yang panjangnya begitu tidak manusiawi secara sangat lancar dan lebur. Inilah panggung teater ketika ditranslasikan ke layar lebar. Film ini berkisah tentang pasangan suami-istri Maxson berseting di rutinitas keluarga kulit hitam di lingkungan […]

#Review Film

Review Film | “Hell or High Water (2016)” Tentang Kesepian

Menikmati Hell or High Water secara utuh artinya juga harus paham makna literal judulnya. Idiom ini bisa jadi masih awam di telinga penonton Indonesia, makna denotasinya adalah: tindakan sesulit apa pun akan ditempuh demi mencapai tujuan. Dan itulah nyawa sebenarnya dari film western modern ini. Film ini adalah tentang Tanner Howard dan Toby Howard—kakak seorang […]

#Review Film

Review Film | “Lion (2016)” Menjadi Jujur dan Tangguh

Ada kondisi-kondisi tertentu yang bisa membuat manusia berada di posisi tidak tentu arah. Tersesat, misalnya. Akan muncul banyak ketidakpastian nasib di situ. Lion yang semula berkutat di perkara lost and found pada akhirnya bisa berbicara lebih dari itu. Dengan kemasan yang jauh dari predikat kompleks, film ini justru menampilkan besarnya hati yang dimiliki, cukup besar […]