Tuesday, October 26

Author: Hanifa Eka Ramadhyani

Review Film Indonesia | “The Gift (2018)” Rasa yang Melambatkan Waktu
#Home, Film

Review Film Indonesia | “The Gift (2018)” Rasa yang Melambatkan Waktu

The Gift adalah sebuah cerita antara perempuan yang menyukai kegelapan dan laki-laki yang mengurung diri dalam kesendirian. Film ini sepenuhnya mengeksplorasi rasa dari berbagai indera sebelum ikatan romantis itu muncul. The Gift ini film yang manis tapi pedih. Bikin hati saya nelangsa. Sepanjang film dianugerahi yang manis manis, eh after-taste-nya pahit. Mas Hanung tega nian. Gini caramu supaya filmmu memberi kesan mendalam? Gini? Ngga, Mas, ini saya bukan benci filmnya. Gemes aja. Saya terdiam agak lama setelah layar hitam muncul. “Kenapa film ini selesai woy? Lanjutkan dulu lah. Ya ampun, ini terlalu menyedihkan. Kami menuntut happy ending bagi semua pihak!” gitu. Biasalah, menuntut hal utopis. Seharusnya sejak nonton trailer, saya sudah mengekspektasikan kesedihan. Poin yang...
Review Film Indonesia | Menikmati Film “Arini (2018)”
#Home, Film

Review Film Indonesia | Menikmati Film “Arini (2018)”

Film Arini bercerita tentang perempuan sedih bernama Arini (Aura Kasih) yang hari-hari normalnya terganggu karena Ia dijebak semesta untuk belajar tentang cinta sekaligus menghadapi masa lalunya lagi. Dalam satu hari yang biasa saja, tiba-tiba Arini dicintai Nick (Morgan Oey), orang yang sama sekali asing buatnya. Saya menikmati Arini sebagai sebuah film yang utuh.   Keterbatasan sudut pandang tidak menjadi penghalang untuk menikmati film ini. Saya juga bisa menikmati gaya bercerita yang maju mundur (mencampur masa lalu dan masa kini yang dihadapi Arini). Sudut pandang yang sengaja dibatasi terlihat jelas pada Nick. Kita punya kesempatan mengenal Nick hanya saat Ia bersama Arini. Di luar itu, sebagai penonton, kita tidak pernah tahu latar belakang Nick, apa studinya, letak ...
Review Film Indonesia | “Partikelir (2018)” Mohon Bersabar
#Home, Film

Review Film Indonesia | “Partikelir (2018)” Mohon Bersabar

Partikelir bercerita tentang sepasang sahabat, Adri (Pandji Pragiwaksono) dan Jaka (Deva Mahendra), yang pernah berpisah dan kembali bersama untuk memecahkan kasus. Bersama Tiara (klien, diperankan Aurelie Moeremans) dan Geri (penggemar Adri yang datang entah dari mana, diperankan Ardit Erwandha), mereka melakukan apa pun untuk menyelesaikan kasus yang lebih besar dari dugaan mereka. Film ini merupakan debut Pandji Pragiwaksono sebagai sutradara. Ia juga mengerjakan naskah dan berperan sebagai tokoh utama. Sayangnya totalitas ini kurang sebanding dengan hasil akhir Partikelir yang serba nanggung. Sebagai sebuah film komedi aksi, film ini nanggung dari sisi mana pun. Lelucon muncul tanpa benar-benar menyatu dengan jalan cerita. Seakan punya bentuk berbeda dan memisahkan diri dengan j...
Review Film Indonesia | “Get Married (2007)” Aturan Main Menjadi Perempuan
#Home, Film

Review Film Indonesia | “Get Married (2007)” Aturan Main Menjadi Perempuan

Kemarin saya menonton ulang Get Married (2007). Kebetulan filmnya sedang ditayangkan ulang di salah satu kanal TV. Saat masih SMP, saya sangat terhibur dengan film ini. Guyonannya segar dan konyol. Saya bahkan baru tahu bahwa Get Married merupakan film terlaris kedua pada tahun 2007. Namun, saat saya sudah kuliah, pandangan saya terhadap Get Married berbeda. Get Married menceritakan dinamika persahabatan dan pernikahan. Empat sekawan yang menganggur karena sama-sama kesulitan menggapai karier impian. Satu-satunya perempuan dalam gerombolan tersebut, Mae, dipaksa orangtuanya untuk segera menikah. Gegerlah kehidupan normal mereka yang sehari-hari berputar antara ngopi, merokok, main domino, dan nongkrong. Film ini melibatkan sedikit unsur keluarga dan menyorotnya sebagai sumber kekaca...
Review Film | “Pacific Rim: Uprising (2018)” Lubang Narasi Di Mana-Mana
#Home, Film

Review Film | “Pacific Rim: Uprising (2018)” Lubang Narasi Di Mana-Mana

Pacific Rim Uprising bercerita pada masa sepuluh tahun setelah bridge ditutup. Manusia berusaha mengembalikan kehidupannya di antara tulang belulang Kaiju. Masalah muncul sebab Kaiju menemukan celah untuk kembali ke bumi. Jika keputusan menonton diambil karena ingin melihat Jaeger yang tampak gagah, itu keputusan baik. Memang teknologi Jaeger yang digambarkan dalam Pacific Rim Uprising masih sama seperti dulu, bahkan lebih ekspresif. Gerak Jaeger lebih lincah, senjata yang digunakan lebih masuk akal (bukan kepalan tangan dan tembakan saja), dan warnanya lebih menarik. Jadi ada kesan setiap Jaeger memiliki karakternya sendiri. Namun jika datang untuk menikmati jalan cerita filmnya, sebaiknya tanggalkan ekspektasi tinggimu. Mulai dari urgensi pembuatan sekuel film saja, rasanya tidak...
Review Film Indonesia | “Love for Sale (2018)” Ternyata Cinta Ada di Luar Zona Nyaman
#Home, Film, Rating 9

Review Film Indonesia | “Love for Sale (2018)” Ternyata Cinta Ada di Luar Zona Nyaman

Love for Sale bercerita tentang Richard, seorang laki-laki pemilik sebuah percetakan tua. ‘Sendirian’ dan pemarah. Kesehariannya itu-itu saja: bangun tidur sambil garuk-garuk badan, memberi makan Kelun--kura-kura kesayangannya--lalu mengontrol kerja karyawan seharian, kemudian malamnya ketiduran saat menonton TV. Terkadang Ia menghabiskan malam dengan teman-temannya, nonton bola di suatu kafe. Rutinitas yang terasa sepi--sangat terasa sepi bahkan meski saya hanya duduk sebagai penonton--ini terusik ketika Ia ditantang teman-temannya untuk membawa pasangan ke resepsi pernikahan. Yang lainnya taruhan pakai uang, khusus untuk Richard disuruh bayar pakai harga diri. Begitulah jalan ceritanya sampai Ia menemukan Love Inc. dan tinggal bersama Arini selama 45 hari. Ide cerita film ini asy...
Review Film | “Les Misérables (2012)” Cahaya Temaram dalam Kegelapan
#Home, Film, Rating 8.5

Review Film | “Les Misérables (2012)” Cahaya Temaram dalam Kegelapan

Les Miserables berseting pada awal abad 19 di Perancis. Menceritakan kehidupan Jean Valjean (Hugh Jackman), seorang laki-laki yang telah menyelesaikan masa tahanan–perbudakan–dan menjalani masa bebas bersyarat. Kisah dimulai saat Ia diberi surat identitas penanda sebagai orang yang berbahaya, kemudian bertemu dengan pastur yang justru memanusiakannya, dan mulai hidup sebagai orang baik–dan terpandang. Meskipun tokoh utamanya adalah Jean Valjean, film ini tidak hanya berputar pada kehidupannya. Les Miserables juga bercerita tentang orang-orang yang rela melakukan apa pun demi memperjuangkan orang lain. Rantai kebaikan yang perlu pengorbanan ini, digambarkan seperti cahaya dari sebatang lilin dalam ruang gelap. Menyinari dengan sebisanya, tetapi pada akhirnya mati juga. Lalu ketika ...
Review Film Indonesia | “Ayat-Ayat Cinta 2 (2017)” Kerapian dalam Bertutur
#Home, Film, Rating 8

Review Film Indonesia | “Ayat-Ayat Cinta 2 (2017)” Kerapian dalam Bertutur

[Spoiler Alert] Ayat-Ayat Cinta 2 masih mengangkat seputar Islam di masa kini dan hubungan romansa personal. Bercerita tentang Fahri yang mencintai tetapi kehilangan Aisha. Beserta kebaikan-kebaikan pada sesama yang Ia lakukan untuk mengalihkan pikirannya dari kesedihan. Manis, baik, lemah lembut, dan ramah, membuat banyak wanita jatuh cinta padanya. Dia masih Fahri yang sama dengan Fahri pada Ayat-Ayat Cinta (2008), hanya saja hatinya sudah dimiliki Aisha. Saya cukup takjub dengan cara penuturan cerita film ini. Tantangannya jelas pada penggunaan berbagai bahasa, setting waktu yang melompat-lompat, dan banyaknya tokoh di luar tokoh utama. Namun semuanya masuk dengan rapi dan baik. Tidak terasa ganjil, tidak menimbulkan keinginan untuk membuka hp dan menguap (karena bosan). Padah...
Review Film Indonesia | “Susah Sinyal (2017)” Bom Tawa Itu Tidak Meledak Hebat
#Home, Film, Rating 7

Review Film Indonesia | “Susah Sinyal (2017)” Bom Tawa Itu Tidak Meledak Hebat

Setelah Ngenest (2015) dan Cek Toko Sebelah (2017) membekas di ingatan, saya menunggu-nunggu film Ernest Prakasa yang selanjutnya. Apalagi setelah trailer awal Susah Sinyal muncul. * Susah Sinyal (2017) bercerita tentang dinamika hubungan seorang single-mother dan anaknya. Pekerjaan Ibu yang menyibukkan, anak yang tumbuh remaja, dan kepedihan karena kematian anggota keluarga adalah inti ceritanya. Secara personal, saya menyukai ide tentang penggunaan sudut pandang manusiawi untuk melihat sosok Ibu. Khususnya tentang Ibu yang berusaha memahami dan mendekati kehidupan anaknya dengan beradaptasi pada perbedaan zaman dan menyeimbangkan dengan dunianya sendiri. Mom, you have to watch this movie and start to love your daughters/sons the way they want your love. Sayangnya, inti cerita te...