Wednesday, February 21

Buku

Resensi Buku | Remaja Sang “Pemeran Patah Hati”
#Home, Buku

Resensi Buku | Remaja Sang “Pemeran Patah Hati”

“Tapi, dunia ini luas. Tidakkah patah hatimu ‘kan terobati?” –halaman 7. Persis seperti judulnya, novel ini berkisah tentang rasanya patah hati. Tapi, sebetulnya tak hanya tentang patah hati juga, melainkan juga berkisah tentang persahabatan, persaudaraan, dan kebalikan dari patah hati, yakni jatuh cinta. Persahabatan antara Ever dengan Yosinta. Persaudaraan antara Enko dengan Ode. Jatuh cinta antara murid dengan guru dan patah hati atas cinta yang bertepuk sebelah tangan maupun terkhianati oleh sahabat sendiri. Anyway, sebetulnya saya agak kesulitan untuk menuliskan sinopsis dari cerita ini. Sebabnya, antara satu tokoh dengan tokoh lainnya saling memiliki hubungan yang kalau saya menuliskannya, menurut versi saya, bisa-bisa akhir cerita malah terbongkar. Akan tetapi, intin...
Resensi Buku | “Glamo Girls” Berjiwa Sosial Tinggi
#Home, Buku

Resensi Buku | “Glamo Girls” Berjiwa Sosial Tinggi

 “Boleh jadi, dulu mereka termasuk siswi yang pemilih dalam berteman. Tapi, kita tak boleh menghakimi kesalahan itu seumur hidup karena pada hakikatnya, setiap detik waktu akan membawa perubahan. Begitu juga dengan Glamo Girls.” – halaman 197. Saya pikir kutipan di atas cukup representatif untuk memberikan sedikit gambaran tentang isi cerita dalam novel dengan sampul berwarna hijau ini, Glamo Girls. Sepulangnya Gina, Lala, dan Monik, dari mengikuti bakti sosial di Pulau Sabira, kepribadian mereka sedikit banyak ikut berubah. Bagusnya, perubahan pada diri mereka menuju ke arah yang positif. Mereka tak lagi mengadopsi gaya hidup membuang-buang uang, memilih-milih dalam berteman, dan tak peduli pada lingkungan sekitar. Awal terdamparnya mereka di Pulau Sabira sendiri bermula a...
Resensi Buku | “Penggores Kenangan” Antara Kia dan Wira
#Home, Buku

Resensi Buku | “Penggores Kenangan” Antara Kia dan Wira

“Hidupmu harus bisa kayak stasiun ini. Biarpun kereta satu datang dan berhenti, kamu tetap bakal berdiri tegar waktu kereta itu pergi. Siap buat nerima kereta selanjutnya. Siap ditinggal lagi. Tapi, selalu yakin bakal ada yang datang lagi.” – halaman 221. Sudah tiga tahun berlalu dan selama itu pula Tante Dani tak pernah menyetujui jika sang anak, Wira, berpacaran dengan Kia yang disleksia. Akan tetapi, ketidaksetujuan sang ibu tak membuat Wira putus asa dan mengakhiri hubungannya dengan Kia. Berdua, mereka tetap mempertahankan hubungannya dengan harapan suatu hari nanti sang ibu merestui hubungan mereka... dan benar saja. Setelah Wira mengalami kecelakaan, sang ibu tiba-tiba menerima Kia sebagai pacar anaknya. Namun, ada suatu hal tersembunyi yang tak diketahui oleh Kia. S...
Review Manga | “Piano no Mori (ピアノの森 1998)” Perjalanan Musik yang Magis
#Home, Buku

Review Manga | “Piano no Mori (ピアノの森 1998)” Perjalanan Musik yang Magis

Piano no Mori atau Piano Hutan adalah manga karya Makoto Isshiki yang bergenre drama dan secara spesifik berporos di dunia musik klasik. Awal menemukan manga ini, saya tertarik karena artwork dan plotnya terbilang sederhana; tetapi saya kemudian menemukan diri saya tak bisa berhenti membacanya, dan sedikit demi sedikit saya semakin penasaran dengan apa yang akan terjadi pada tokoh-tokoh di dalamnya. Rasanya seperti saya mencicipi jenis makanan baru yang belum pernah saya coba sebelumnya dan semakin ingin memakannya setelah mencicipi rasa yang tidak familiar tersebut. Saya bilang tidak familiar karena sebenarnya, ini pertama kalinya saya tertarik dengan manga yang isinya bercerita tentang musik, terlebih musik klasik. Cerita dimulai ketika seorang anak bernama Amamiya Shuuhei dan keluar...
Resensi Buku | “Indiepreneur” Mengubah Pola Pikir Pekarya
#Home, Buku

Resensi Buku | “Indiepreneur” Mengubah Pola Pikir Pekarya

  Judul: Indiepreneur | Penulis: Pandji Pragiwaksono | Penerbit : Bentang Pustaka | Cetakan : I, Juni 2015 | Tebal: 254 halaman | Harga: Rp 69.000 |ISBN : 978-602-291-108-1 Setelah buku “Berani Mengubah” diterbitkan pada 2012, Pandji Pragiwaksono kembali menelurkan sebuah buku berjudul “Indiepreneur”. Sebenarnya, buku ini bukan karya Pandji yang benar-benar baru. Sebelum diterbitkan oleh Penerbit Bentang Pustaka pada Juni 2015, ia telah merilis Indiepreneur versi e-book secara gratis pada  pertengahan 2014 lalu. Pandji dikenal sebagai seorang seniman serba bisa. Ia menjalani profesi sebagai penyiar radio, penyanyi rap, aktor, presenter dan penulis. Pandji juga dikenal sebagai salah satu tokoh yang berhasil mempopulerkan stand up comedy di Indonesia. Berbekal pengalaman tersebut, ...
Resensi Buku | “Pulang” A Return and An Exodus
#Home, Buku

Resensi Buku | “Pulang” A Return and An Exodus

Judul: Pulang | Penulis: Leila S. Chudori | Penerbit: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) | Cetakan ke-5, September 2014 | Jumlah Halaman: viii + 461 | ISBN: 978-979-91-0515-8 “Ayah adalah seorang Ekalaya. Dia ditolak tapi dia akan bertahan meski setiap langkahnya penuh jejak darah dan luka.” – Lintang Utara, halaman 197. Seorang Dosen Sosiologi Universitas Negeri Jakarta, Robertus Robet, mengatakan bahwa kata “pulang” dari novel ini –yang mana juga menjadi judul, dapat diartikan sebagai “a return” maupun “an exodus”. A return –pulang dalam artian sebenarnya, yang mana dikehendaki oleh Dimas Suryo, dan an exodus –sebuah petualangan atas tanah yang sama sekali belum dimengerti, bagi Lintang Utara. Dan saya pribadi, tentu sangat setuju dengan pendapat tersebut. Saya pikir pendapat yang di...
Resensi Buku | “Amba” 41 Tahun Menunggu dan Mencintai Hantu
#Home, Buku

Resensi Buku | “Amba” 41 Tahun Menunggu dan Mencintai Hantu

Judul: Amba | Penulis: Laksmi Pamuntjak | Penerbit: Gramedia Pustaka Utama | Cetakan ke-4 (edisi baru), Oktober 2013 | Jumlah Halaman: 577 | ISBN : 978-979-22-9984-7 “... Bertahun-tahun aku menunggu, nggak pernah paham mengapa ia menghilang, tak pernah paham apa yang terjadi pada Bhisma, atau bagaimana ia sampai ke pulau ini, atau apakah ia masih hidup, dan kalau ia mati bagaimana ia mati, mengapa dia nggak kembali ke aku ketika ia punya kesempatan tahun ’79, mengapa selama 41 tahun aku menunggu dan mencintai hantu.” – Amba, halaman 455. Kutipan di atas sedikit banyak telah menggambarkan inti cerita pada novel ini. Dengan mengambil latar belakang sejarah, novel ini mengisahkan cerita cinta dan hidup seorang Amba Kinanti. Amba yang merupakan anak sulung dari seorang guru di Kadipura. Se...
Resensi Buku | Contemplating Another Side of Teenage Life with “Dialog Sakti”
#Home, Buku

Resensi Buku | Contemplating Another Side of Teenage Life with “Dialog Sakti”

Judul: Dialog Sakti | Penulis: Dinda Imani Khamasasyiah | Penerbit : Elex Media Komputindo | Cetakan : I, 2013 | Tebal: 144 halaman | Harga: Rp 29.800 | ISBN : 978-602-02-2732-0 Sesuai dengan tagline “an Emotional September project” yang diangkat oleh penulis, Dialog Sakti  berhasil menghadirkan suasana yang begitu emosional bagi pembacanya. Keenam tulisan dalam novel ini tak sulit untuk dinikmati karena diceritakan dengan mengalir. Tak hanya berisi kumpulan cerita, novel yang ditulis oleh mahasiswa Fakultas Hukum UI 2013 ini juga memuat beberapa puisi, foto, serta permainan tipografi yang membuatnya semakin menarik dan utuh. Suasana melankolis serta pemilihan kata dan diksi yang puitis mengingatkan pembaca pada buku “Sadgenic” yang ditulis oleh Rahne Putri. Gaya bahasa dan penutur...
Resensi Buku | Rapor Merah Untuk “Sabtu Bersama Bapak”
#Home, Buku

Resensi Buku | Rapor Merah Untuk “Sabtu Bersama Bapak”

  Judul: Sabtu Bersama Bapak | Penulis: Adhitya Mulya | Penerbit : GagasMedia | Cetakan : IX, 2015 | Tebal: 277 halaman | Harga: Rp 48.000 | ISBN : 979-780-721-5 Bagi para pecinta buku, gagasan untuk membeli Sabtu Bersama Bapak nampaknya perlu dipikirkan matang-matang kembali. Tingginya rating dalam situs Goodreads, stempel bestseller, dan naiknya novel ini menuju cetakan kesepuluh ternyata tidak menjamin kualitas yang sebanding. Poin minus dari Sabtu Bersama Bapak terletak pada gaya bahasa yang dihadirkan oleh Adhitya Mulya. Gaya bahasa yang sederhana memang dapat membantu pembaca untuk melahap isi novel dengan lebih cepat. Namun, hal tersebut justru kurang dapat menggugah perasaan pembaca. Seakan-akan, Sabtu Bersama Bapak terkesan sebagai bacaan sambil lalu saja. Dalam n...