Tuesday, July 23

Tag: Adinia Wirasti

Review Film Indonesia | “Susah Sinyal (2017)” Bom Tawa Itu Tidak Meledak Hebat
#Film, #Home, Rating 7

Review Film Indonesia | “Susah Sinyal (2017)” Bom Tawa Itu Tidak Meledak Hebat

Setelah Ngenest (2015) dan Cek Toko Sebelah (2017) membekas di ingatan, saya menunggu-nunggu film Ernest Prakasa yang selanjutnya. Apalagi setelah trailer awal Susah Sinyal muncul. * Susah Sinyal (2017) bercerita tentang dinamika hubungan seorang single-mother dan anaknya. Pekerjaan Ibu yang menyibukkan, anak yang tumbuh remaja, dan kepedihan karena kematian anggota keluarga adalah inti ceritanya. Secara personal, saya menyukai ide tentang penggunaan sudut pandang manusiawi untuk melihat sosok Ibu. Khususnya tentang Ibu yang berusaha memahami dan mendekati kehidupan anaknya dengan beradaptasi pada perbedaan zaman dan menyeimbangkan dengan dunianya sendiri. Mom, you have to watch this movie and start to love your daughters/sons the way they want your love. Sayangnya, inti cerita te...
Review Film Indonesia | “Satu Hari Nanti (2017)” Hati-Hati Gagal Menarik Hati
#Film, #Home, Rating 7

Review Film Indonesia | “Satu Hari Nanti (2017)” Hati-Hati Gagal Menarik Hati

Sebelum empat karakter utama dalam Satu Hari Nanti akhirnya menemukan “jaraknya” masing-masing, film ini telah lebih dulu membuat penontonnya berjarak. Film arahan Salman Aristo kali ini berseting di Swiss. Bergulat di dua pasang kekasih, artinya ada empat orang yang dilibatkan secara intens. Alya, Bima, Cho, dan Din. Saling mencari pelarian atas kisah asmara dan gejolak internal keluarga menjadi tulang punggungnya. Seiring berjalannya durasi, nyatanya bukan pundaklah yang dicari oleh mereka. Kesan pertama setelah menonton film ini bagi saya pribadi adalah capek, penuh. Penuh yang bukan di artian positif. Bukan penuh karena memperoleh guyuran insights. Ada dua hal yang menyumbang perasaan ini: durasinya dan buramnya arah narasi. Sejak permulaan, kita sebagai penonton sudah dijeja...
Review Film Indonesia | “Critical Eleven (2017)” Dominasi Ale dan Anya
#Film, #Home, Rating 7.5

Review Film Indonesia | “Critical Eleven (2017)” Dominasi Ale dan Anya

Critical Eleven (2017) di Ngepop tersedia dalam dua review terpisah: dari sudut pandang yang sudah membaca novelnya dan dari sudut pandang yang belum membaca novelnya. Tulisan ini adalah versi pembaca novelnya. Ada tiga hal yang menyelamatkan Critical Eleven sebagai sebuah film: chemistry tak terbantahkan antara Reza dan Adinia, tata visual yang mapan, dan pendekatan adaptasi novelnya ke film yang bijak. Tanpa ketiganya, film ini bakal lebih terseok-seok dalam menangani elemen plot pun juntaian karakter-karakternya. Critical Eleven berkisah tentang dua orang, Anya dan Ale, yang tidak sengaja dipertemukan oleh Yang Mahakuasa di sebuah penerbangan pesawat. Interaksi keduanya mendadak lumer setelah Anya mengalami "insiden kecil" gara-gara panik mencari salah satu barang bawaannya. ...
Review Film Indonesia | “Critical Eleven (2017)” Dari Mata yang Tidak Membaca Novelnya
#Film, #Home, Rating 8

Review Film Indonesia | “Critical Eleven (2017)” Dari Mata yang Tidak Membaca Novelnya

Critical Eleven (2017) di Ngepop tersedia dalam dua review terpisah: dari sudut pandang yang sudah membaca novelnya dan dari sudut pandang yang belum membaca novelnya. Tulisan ini adalah versi bukan pembaca novelnya. Critical Eleven menceritakan tentang pernikahan Ale (Reza Rahadian) dan Anya (Adinia Wirasti) yang dipertemukan semesta di pesawat. Kemudian secara aneh mereka menemukan kecocokan saat bersama-sama. Kejadian berikutnya, mereka: berpacaran, menikah, lalu memutuskan tinggal di New York, Amerika Serikat. Keduanya menuruti konsekuensi pekerjaan Ale yang bekerja di rig di benua itu. Selanjutnya, seperti yang ada di trailer: bayi Aidan di dalam kandungan Anya meninggal, lalu Ale dan Anya berhenti berkomunikasi. Sepertinya efek berhenti berkomunikasi inilah yang menjadi benang...