Wednesday, February 21

Catatan Sinopsis “The Book of Clarence” (2023) Reinterpretasi Kisah Biblical

“The Book of Clarence,” film yang membawa nafas baru ke genre epik biblical.

Dengan tangan dingin Jeymes Samuel, yang sebelumnya mengkado dunia perfilman lewat “The Harder They Fall,” kini ia menghadirkan sebuah interpretasi yang kaya dengan perspektif Afro-Amerika, diwarnai nuansa yang terkadang absurd.

LaKeith Stanfield berperan sebagai Clarence, seorang yang terjebak dalam keterpurukan hidup. Mimpi dan utang yang menumpuk menjadi beban hidupnya.

Sinopsis “The Book of Clarence” (2023)

“The Book of Clarence” (2023) mengisahkan Clarence, seorang pria kulit hitam yang berjuang di Yerusalem tahun 33 Masehi.

Mengalami kekalahan dalam balapan kereta dengan Maria Magdalena, ia dan Elijah menjadi sasaran prasangka rasial dan terlilit utang pada Jedediah the Terrible.

Clarence, dalam pengaruh opium, mendapat ide menjadi mesiah palsu, berharap bisa terbebas dari utang dan memulai hidup baru.

Namun, perjalanannya penuh tantangan, termasuk konflik dengan John the Baptist dan perselisihan dengan saudara kembarnya, Thomas.

Dalam usahanya menjadi rasul ke-13, Clarence bertemu dengan tokoh-tokoh seperti Yudas Iskariot dan Barabbas the Immortal.

Bersama kawanannya, ia melakukan ‘mukjizat’ palsu dan berkeliling tanah Yerusalem, sambil menyebarkan ajaran.

Konflik bertambah ketika Varinia, cinta Clarence, terlibat dalam upaya Jedediah untuk menagih utangnya, yang berujung pada penangkapan Clarence oleh Romawi.

Film ini mencapai klimaksnya saat Pontius Pilatus menginterogasi Clarence dan menantangnya berjalan di atas air untuk membuktikan kepalsuannya.

Meski berhasil, Clarence tetap dijatuhi hukuman salib.

Di penjara, ia dibesuk oleh Varinia dan Thomas, dan akhirnya disalibkan bersama Benjamin, yang mengalami transformasi drastis.

Film berakhir dengan Yesus mengampuni dan membangkitkan Clarence dari kematian, simbolisasi dari perjalanan Clarence dari ketidakpercayaan menjadi pencerahan spiritual.

ngepop sinopsis 2023 the book of clarence

Catatan “The Book of Clarence” (2023)

Pada Mei 2022, Jeymes Samuel mengumumkan bahwa “The Book of Clarence” akan menjadi film berikutnya yang ia sutradarai, dengan LaKeith Stanfield memerankan karakter utama.

Samuel mengatakan bahwa ia terinspirasi oleh film-film epik biblikal seperti “The Ten Commandments” (1956), “The Greatest Story Ever Told” (1965), “Samson and Delilah” (1949), dan “Ben-Hur” (1959).

Pada Oktober, Omar Sy bergabung dalam daftar casts.

Pada bulan Desember, RJ Cyler, Benedict Cumberbatch, James McAvoy, Anna Diop, David Oyelowo, Alfre Woodard, dan Marianne Jean-Baptiste turut bergabung.

Rob Hardy bertindak sebagai sinematografer, Tom Eagles sebagai editor, Peter Walpole sebagai desainer produksi, dan Samuel sendiri yang menggubah skoring film ini.

Proses syuting dimulai pada November 2022 di Matera, Italia.


“The Book of Clarence” adalah film komedi-drama biblical produksi Amerika rilisan akhir tahun 2023 yang ditulis dan disutradarai oleh Jeymes Samuel, dan diproduksi oleh Samuel, Jay-Z, James Lassiter, dan Tendo Nagenda.

Discover more from Ngepop.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading