#Review Film

Review Film Indonesia | “Get Married (2007)” Aturan Main Menjadi Perempuan

Kemarin saya menonton ulang Get Married (2007). Kebetulan filmnya sedang ditayangkan ulang di salah satu kanal TV. Saat masih SMP, saya sangat terhibur dengan film ini. Guyonannya segar dan konyol. Saya bahkan baru tahu bahwa Get Married merupakan film terlaris kedua pada tahun 2007. Namun, saat saya sudah kuliah, pandangan saya terhadap Get Married berbeda. […]

#Review Film

Review Film | “Pacific Rim: Uprising (2018)” Lubang Narasi Di Mana-Mana

Pacific Rim Uprising bercerita pada masa sepuluh tahun setelah bridge ditutup. Manusia berusaha mengembalikan kehidupannya di antara tulang belulang Kaiju. Masalah muncul sebab Kaiju menemukan celah untuk kembali ke bumi. Jika keputusan menonton diambil karena ingin melihat Jaeger yang tampak gagah, itu keputusan baik. Memang teknologi Jaeger yang digambarkan dalam Pacific Rim Uprising masih sama […]

#Review Film

Review Film Indonesia | “Love for Sale (2018)” Ternyata Cinta Ada di Luar Zona Nyaman

Love for Sale bercerita tentang Richard, seorang laki-laki pemilik sebuah percetakan tua. ‘Sendirian’ dan pemarah. Kesehariannya itu-itu saja: bangun tidur sambil garuk-garuk badan, memberi makan Kelun–kura-kura kesayangannya–lalu mengontrol kerja karyawan seharian, kemudian malamnya ketiduran saat menonton TV. Terkadang Ia menghabiskan malam dengan teman-temannya, nonton bola di suatu kafe. Rutinitas yang terasa sepi–sangat terasa sepi bahkan […]

#Ajang Penghargaan

Bagaimana The Academy Awards Memilih Pemenang Best Picture? Pelajari Sistem Pemilihan Best Picture Oscars! (Penjelasan Lengkap tentang Preferential Ballot)

Tulisan ini sudah selesai ditulis sejak penyelenggaraan Oscars 2017 selesai tahun lalu. Namun, karena satu dan lain hal, saya menunda untuk mengunggahnya. Kini, pembahasan ini sudah bisa dibaca di Ngepopcom, di hari yang sama dengan perayaan The Academy Awards ke-90. Happy Oscars Day! The Academy Awards atau Oscars menganut sistem preferential ballot. Sistem ini berbeda […]

#Review Film

Catatan Film | “Black Panther (2018)”, Selebrasi Kultural, dan Realitas Alternatif yang Menggetarkan

Meski glamor, Black Panther sebagai film tetaplah sebuah presentasi yang rendah hati. Ada dua alasan mengapa review kali ini tidak berwujud reguler, melainkan catatan (seperti format yang biasa saya gunakan ketika mengulas serial). Sebab pertama, jelas karena Black Panther berhasil menjadi sebuah film yang bagus, baik secara kemasan maupun substansi. Urgensi kedua karena saya tergelitik […]

#ResensiBuku

Resensi Buku | Remaja Sang “Pemeran Patah Hati”

“Tapi, dunia ini luas. Tidakkah patah hatimu ‘kan terobati?” –halaman 7. Persis seperti judulnya, novel ini berkisah tentang rasanya patah hati. Tapi, sebetulnya tak hanya tentang patah hati juga, melainkan juga berkisah tentang persahabatan, persaudaraan, dan kebalikan dari patah hati, yakni jatuh cinta. Persahabatan antara Ever dengan Yosinta. Persaudaraan antara Enko dengan Ode. Jatuh cinta […]

#ResensiBuku

Resensi Buku | “Glamo Girls” Berjiwa Sosial Tinggi

 “Boleh jadi, dulu mereka termasuk siswi yang pemilih dalam berteman. Tapi, kita tak boleh menghakimi kesalahan itu seumur hidup karena pada hakikatnya, setiap detik waktu akan membawa perubahan. Begitu juga dengan Glamo Girls.” – halaman 197. Saya pikir kutipan di atas cukup representatif untuk memberikan sedikit gambaran tentang isi cerita dalam novel dengan sampul berwarna […]

#ResensiBuku

Resensi Buku | “Penggores Kenangan” Antara Kia dan Wira

“Hidupmu harus bisa kayak stasiun ini. Biarpun kereta satu datang dan berhenti, kamu tetap bakal berdiri tegar waktu kereta itu pergi. Siap buat nerima kereta selanjutnya. Siap ditinggal lagi. Tapi, selalu yakin bakal ada yang datang lagi.” – halaman 221. Sudah tiga tahun berlalu dan selama itu pula Tante Dani tak pernah menyetujui jika sang […]

#Review Film

Review Film Indonesia | “Dilan 1990 (2018)” Ruang Interaksi Itu Begitu Hangat

Dilan sebagai sebuah film adalah keramahan. Di installment 1990-nya ini, kita disuguhi pengisahan yang sederhana, tidak neko-neko, tapi tetap efektif sekaligus hangat berkat chemistry lumer kedua penggawa utama: Iqbaal dan Vanesha sebagai Dilan dan Milea. Film ini diceritakan dari sudut pandang Milea dewasa. Sendiri di kamar apartemennya, dia mulai menuliskan kembali kenangan di masa lalu. Masa […]