Tuesday, October 26

Resensi Buku | Bermelankolis Bersama “Love & Misadventure”

Judul: Love & Misadventure | Penulis: Lang Leav | Penerbit : Andrews Mc Meel Publishing | Bahasa : Inggris | Tebal: 178 halaman | Harga: Rp 229.000 (Periplus Bookstore) | ISBN : 978-1-4494-5647-4


 “… Everyone has one –an inventory of lost things waiting to be found. Yearning to be acknowledged for the worth they once held in your life.

 I think this is where I belong –among all your other lost things. A crumpled note at the bottom of a drawer or an old photograph pressed between the pages of book. I hope someday you will find me and remember what I once meant to you” 


Bagi pecinta syair dan puisi, “Love & Misadventure” bisa menjadi buku yang tidak boleh dilewatkan. Berisi 75 puisi dan prosa pendek, Lang Leav mengemas puisi cintanya menjadi tiga bagian yaitu misadventure, the circus of sorrows, dan love. Masing-masing bercerita tentang pahit dan manis asmara layaknya kisah cinta yang dialami oleh setiap manusia. Ditulis dalam bahasa yang sederhana, pembaca tak perlu berkerut kening untuk mencerna maknanya.

Kesederhanaan gaya bahasa dan momen-momen yang dihadirkan Leav dalam puisinya justru menjadi kekuatan dan keunikan tersendiri. Ia seolah-olah berhasil ‘mencuri’ kata-kata pembaca dan menyentuhkannya kembali kepada perasaan pembaca. Selain itu, buku ini juga berhasil menghadirkan suasana melankolis karena dilengkapi dengan beberapa ilustrasi khas yang diciptakan sendiri oleh sang penulis.

Love & Misadventure menjadi salah satu buku yang memiliki rating cukup tinggi pada situs Goodreads serta sempat menuai kepopuleran pada situs Tumblr. Meskipun demikian, tidak sedikit pembaca yang merasa kecewa dengan kumpulan puisi ini. Malahan, kesederhanaan dianggap sebagai poin minus utama. Sebagian besar puisi Lang Leav pun kental dengan sudut pandang wanita, sehingga pembaca laki-laki terkadang tidak dapat menginterpretasikan makna sesuai apa yang dimaksudkan penulis. Bahkan, tak sedikit pembaca menyebutkan bahwa puisi-puisi dalam Love & Misadventure terlalu kekanak-kanakan, tak ubahnya buku harian seorang remaja.

Memang membaca apalagi menilai puisi bukanlah hal yang mudah. Kata-kata yang dihadirkan oleh penulis dapat memberikan makna dan interpretasi berbeda-beda pada tiap individu. Pembaca yang merasa kisahnya terwakili dalam puisi akan cenderung merasa tersentuh. Sementara yang tidak, cenderung akan dengan mudah membalikkan halaman.

Terlepas dari penilaian masing-masing individu, menuntaskan Love & Misadventure tidak membutuhkan waktu yang lama. Sempatkan lah satu hari yang senggang untuk menikmati buku best seller ini ditemani dengan secangkir kopi. Perkara harga yang tidak bisa dikatakan murah, Anda yang tentukan sendiri ingin memilikinya atau cukup sekedar meminjamnya dari teman.

(Visited 459 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *