Tuesday, July 23

Review Film | “The Trial of the Chicago 7” (2020) Provokasi Perubahan

Film yang disutradarai oleh Aaron Sorkin ini bukan hanya sebuah rekonstruksi sejarah, melainkan sebuah cerita yang masih mampu berbicara langsung dengan situasi sosial-politik kita saat ini.

“The Trial of the Chicago 7” menggambarkan pengadilan kontroversial pada tahun 1969 yang melibatkan tujuh aktivis anti-perang yang dituduh menghasut kerusuhan di Konvensi Nasional Demokrat 1968 di Chicago.

Dari awal hingga akhir, film ini memancarkan energi Sorkin yang khas: dialog cepat, karakter yang cerdas, dan momen dramatis yang memikat. Namun, di balik semua itu, film ini mengajukan pertanyaan penting tentang keadilan, kebebasan berbicara, dan peranan individu dalam sejarah.

Salah satu ciri khas Sorkin adalah kemampuannya untuk menghidupkan proses legal menjadi sesuatu yang menarik dan mendebarkan.

Lewat dialog-dialog tajam dan dinamika di ruang sidang, kita diajak untuk merenungkan tentang apa artinya keadilan dalam tatanan masyarakat demokratis.

“The Trial of the Chicago 7” mungkin bercerita tentang kejadian tahun 1969, tetapi resonansinya dengan isu-isu keadilan sosial dan protes sipil di era modern sangat kentara.

Dengan penampilan yang kuat, termasuk Eddie Redmayne, Sacha Baron Cohen, dan Mark Rylance, karakter-karakter dalam film ini diberi kedalaman dan kompleksitas. Mereka bukan hanya sosok ikonik dari sejarah, tetapi juga manusia dengan kelebihan dan kekurangan mereka masing-masing.

Review Film | "The Trial of the Chicago 7" (2020) Perubahan Harus Provokatif

Cara film ini menangani konflik antara Tom Hayden (diperankan oleh Redmayne) dan Abbie Hoffman (Baron Cohen) memberikan insight tentang dualitas gerakan protes di era 1960-an.

Satu sisi berusaha untuk bekerja dalam sistem, sementara sisi lainnya lebih radikal dan konfrontatif.

Film ini menggali ke dalam luka lama dengan tujuan untuk memahami latar belakang trauma saat ini. Sementara kita mungkin tergoda untuk memandang masa lalu dengan kacamata nostalgia, film ini mengingatkan kita bahwa masa lalu seringkali sama konfliknya dengan masa kini.

“The Trial of the Chicago 7” tidak hanya mengingatkan kita tentang peristiwa penting dalam sejarah Amerika, tetapi juga tentang kebutuhan konstan untuk berjuang demi keadilan dan kebenaran.

Di tengah suasana politik yang semakin terpolarisasi, gaung pesan ini masih dan semakin relevan saja kedengarannya.

Sorkin melalui film ini menegaskan kembali kepercayaannya pada sistem demokrasi dan kekuatan individu untuk membuat perubahan. Meskipun sistem mungkin cacat dan seringkali tidak adil, keyakinan bahwa individu bisa membuat perbedaan tetap menjadi pusat dari cerita ini.

“The Trial of the Chicago 7” bukan hanya sebuah film yang intens, melainkan juga sebuah refleksi yang mendalam tentang peran kita sebagai individu dalam porsi sejarah yang lebih besar. Ini adalah karya yang cerdas, memprovokasi, dan pada akhirnya, sukses memberi harapan.

Discover more from Ngepop.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading