Review Film | “Trolls (2016)” Kado Kanak-Kanak


Bisa dibilang Trolls mulai mengiming-imingi penonton dengan merilis videoklip “Can’t Stop the Feeling” yang digadang menjadi soundtrack utama.

Berbekal tawaran pengisi suara yang rata-rata merupakan aktor-penyanyi papan atas serta lagu-lagu yang diproduseri sendiri oleh Justin Timberlake, Trolls akhirnya rilis.

Namun tawaran tersebut tidak menjanjikan lebih dari segi kompleksitas cerita maupun template animasi yang diberikan. Nyatanya, cerita yang terlalu sederhana membuat film ini terlalu santai untuk diseriusi.

Film ini bercerita mengenai sekelompok trolls yang dibawa musuh untuk dijadikan santapan, Poppy (Anna Kendrick), calon ratu yang juga merupakan trolls paling bahagia, memutuskan untuk menyelamatkan mereka. Berbekal pikiran yang sangat positif dan rasa bahagia di dalam dirinya, Poppy pergi mengajak Branch (Justin Timberlake) yang memiliki kepribadian bertolakbelakang dari dirinya. Mereka lalu mencoba menyelamatkan kawanan trolls dan justru terjebak dalam berbagai kejadian hingga membuka rahasia-rahasia lain di hidup mereka.

banner-film-trolls-2016-ngepopcom

Nama-nama pengisi suara Anna Kendrick, Justin Timberlake, Russell Brand, James Corden, Kunal Nayyar, Ron Funches, Icona Pop, Gwen Stefani, memang menjanjikan bagi musikal dalam animasi yang rasanya lebih dari cukup untuk seukuran Trolls.

Alih-alih, jangan terlalu mengharapkan aspek lain menjadi lebih serius dibanding musiknya, karena ceritanya kebanyakan tidak masuk akal.

Namun ketidakmasukakalan itu yang membuat kita serasa dibawa kembali ke pemikiran kanak-kanak.

Trolls sangat ringan tetapi menyiratkan banyak makna lewat pola berpikir ini. Flow ceritanya sangat konvensional, kita seperti disuguhi film animasi dari tahun 90-an yang direka ulang. Banyak pula lelucon yang dihadirkan untuk sekedar mengundang tawa di antara kisah cinta yang justru mirip dengan kisah pertemanan dekat.

Bagi anak-anak, film ini lebih dari cukup untuk mengisi hari mereka.

Warna-warna cerah menjadi kontras utama dalam film. “Kebahagiaan” serasa terpancar seperti kue-kue kering yang dihidangkan di meja makan di hari-H perayaan Hari Raya.

Jika dinikmati dengan seksama, nostalgia cerita sederhana semacam ini pun bisa dirasakan oleh yang bukan anak-anak.

Pasalnya, film animasi sekarang sudah terlalu rumit untuk sekadar dicandai. Seperti Toy Story yang semakin lama semakin membutuhkan lebih banyak energi untuk dipahami. (Bunga Addinta)

Trolls memperoleh 8 dari 10 bintang.

Author: Addinta Bunga

Penikmat seni.

(Visited 409 times, 1 visits today)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Name and email are required