Tuesday, July 27

Kenapa Hackintosh?

Tulisan ini membahas:

  • Mac terkenal dengan sistem operasinya yang aman, stabil, eksklusif, dan nyaman untuk digunakan.
  • Hackintosh adalah teknik memasang sistem operasi bernama Macintosh OS X (Mac OS X) besutan Apple di mesin non Apple.
  • Pada 2005, Steve Jobs selaku CEO dari Apple mengumumkan teknologi Intel x86 sebagai otak dari semua mesin Mac.
  • Bagi Apple Hackintosh adalah hal illegal.
  • Seiring dengan perkembangan Hackintosh yang sporadis di kalayak developer, muncul custom yang disebut Distro.
  • Meng-install Hackintosh butuh banyak pertimbangan.

Mac terkenal dengan sistem operasinya yang aman, stabil dan nyaman untuk digunakan. Selain itu, ada banyak hal ekslusif yang bisa hanya bisa dijalankan dengan Mac namun sayangnya Mac juga terkenal dengan harganya yang mahal. Sekarang, Verians bisa mencoba dan menggunakan Mac sehari-hari dengan PC tanpa perlu membeli Mac, setidaknya untuk waktu yang cukup lam. Semua ini berkat Hackintosh.

Hackintosh, apa itu?

Hackintosh adalah teknik memasang sistem operasi bernama Macintosh OS X (Mac OS X) besutan Apple di mesin non Apple. Pada dasarnya Mac OS X yang dibuat oleh Apple ini tidak bisa dipasang di mesin/PC selain buatan Apple. Produk Apple yang menggunakan Mac OS X antara lain Macbook Air, Macbook Pro, iMac, Mac Mini, ataupun Mac Pro.

Kenapa tidak bisa dipasang Mac OS X? Hal ini dikarenakan mesin di era sebelum rilis OS X 10.4 (codename: Tiger), mesin Apple masih menggunakan prosesor berbasis PowerPC (PPC), yang memiliki arsitektur prosesor yang berbeda dengan kebanyakan PC yang berada di pasaran yang menggunakan basis arsitektur Intel x86. Perbedaan set instruksi pada masing-masing teknologi inilah yang menyebabkan ketidakmungkinan Mac OS X dipasang di mesin berbasis Intel x86.

Namun semua berubah ketika tahun 2005, pada kongress WWDC (Worldwide Developers Conference), Steve Jobs selaku CEO dari Apple mengumumkan bahwa perusahaan Apple akan menggunakan teknologi Intel x86 sebagai otak dari semua mesin Mac. Hal ini tentunya membawa angin segar bagi sebagian kalangan developer untuk menyematkan Mac OS X ini ke mesin non Apple. Rilis software Mac OS X berbasis PowerPC masih berlanjut sampai dengan Rilis 10.5 (codename: Leopard), dan pada tahun 2009, ketika rilis Mac OS X 10.6 (codename: Snow Leopard), Apple benar-benar menghapus dukungan terhadap mesin berbasis PowerPC ini.

Berterima kasih kepada sang penemu algoritma decrypter FakeSMC

Era hackintosh dimulai, kalangan enthusiast developer dengan kemampuan di atas rata-rata rupanya telah berhasil menemukan cara memanipulasi booting Mac OS X agar mengenali mesin non Apple sebagai mesin Apple yang terdaftar resmi. Dont Steal Mac OS X.kext adalah software dengan algoritma rumit dari Apple yang bertugas untuk melindungi produk Mac OS X dipasang di mesin non Apple.  Berkat usaha keras seorang developer dari netkas.org, dia berhasil menemukan kunci/ decrypter dari algoritma software “Dont steal Mac OX X.kext” yang bernama dsmos.kext. Selanjutnya muncul juga Decrypt.kext serta AppleDecrypt.kext yang fungsinya juga sebagai decrypter. Seiring bergulirnya waktu, Apple melengkapi keamanan dari Mac OS X dengan SMC (System Management Controller). Tentu saja sang pembuat decrypter langsung menelurkan generasi terbaru dari decrypternya, yang kemudian berubah nama menjadi FakeSMC.kext. Jadi, kepada pengguna hackintosh sekalian, berterima kasihlah kepada penemu decrypter ini.

Sampai saat ini, Decrypter FakeSMC masih digunakan sebagai driver wajib untuk menyalakan sebuah mesin Hackintosh. Tanpa FakeSMC, mustahil mesin non Apple bisa menyalakan OS X yang terkenal elegan ini. FakeSMC bekerja dengan cara memberitahukan bahwa mesin yang sedang berjalan dianggap sebagai real Mac.

DMCA vs menjamurnya Hackintosh?

Pada awal kemunculannya, kabar tak sedap sempat menyeruak ketika Apple mengecam hackintosh. Ya, bagi Apple Hackintosh adalah hal illegal. Bahkan pada EULA Mac OS X disebutkan bahwa dilarang memasang Mac OS X di mesin selain mesin bermerk Apple. Pada 2008, Apple sempat mengajukan gugatan kepada psystar corporation, atas tindakannya menjual “Open Computer” berupa PC dengan Mac OS X Tiger yang terpasang didalamnya (pre-installed). Dalam hal ini Apple menganggap tindakan psystar corporation sebagai pembajakan yang melanggar DMCA (Digital Millennium Copyright Act) yang berfungsi sebagai perlindungan terhadap produk karya digital. Pada akhirnya psystar ditutup dan diganti dengan Quo Computer.

Walaupun sempat dihadang tragedi semacam itu, hackintosh justru semakin menjamur dan menggelinding layaknya bola salju. Banyak orang yang penasaran dan berkeinginan memasang Mac OS X di PC intel x86. Menarik betul hackintosh ini. Banyak sekali forum-forum yang membahas perkembangan Hackintosh, mulai dari yang lokal seperti Mac-Inul, Kaskus, dan tentunya ada juga forum-forum internasional seperti Tonymacx86, Osxlatitude, Hackintosh, Insanelymac. Tak ketinggalan grup di Facebook juga menjadi salah satu acuan dari para member, karena selain kemudahan navigasi grup, update dari masing-masing thread cukup mudah ditelusuri. Di grup dan forum-forum tersebut, Verians bisa menemukan banyak hal mulai dari troubleshooting hingga curhatan antar member. Forum-forum inilah yang membesarkan hackintosh dan berjasa bagi penyebaran pengetahuan tentang Mac OS X.

Hackintosh/grafis. ngepopcom

Distro di Hackintosh

Seiring dengan perkembangan hackintosh yang sporadis di kalayak developer, bermunculan tim yang membuat versi custom dari Mac OS X dengan istilah Distro. Ada dua cara instal Hackintosh pada PC/ Notebook yaitu Distro dan Retail. Ya seperti linux, terdapat banyak Distro yang berbasis Mac OS X, diantaranya yang terkenal adalah JaS, Kaliway, iDeneb, Mac OS X Hazard, iAtkos, Niresh, maupun Hackintozh.zone. Masing-masing distro mengemas paket-paket custom dari Mac OS X ini dengan bootloader serta kumpulan driver yang memudahkan pengguna pada saat melakukan install, karena memang pada dasarnya, PC x86 tidak didesain memiliki native driver dari Mac OS X ini.

Pada umumnya para pemula Hackintosher lebih memilih cara instal menggunakan DVD Distro, yaitu paket instalasi yang sudah dikemas sedemikian rupa lengkap dengan bootloader, driver serta kernel dalam satu DVD. Ada banyak pilihan paket Distro Hackintosh, beberapa diantaranya adalah iAtkos, iDeneb, Hazzard, Niresh, dsb. Sampai saat tulisan ini dibuat, Mac OS X sudah memasuki rilis 10.10 (codename: Yosemite), dan saat ini Apple sedang menggodog rilis final Mac OS X 10.11 (codename: El Capitan).

Sementara cara instalasi Retail lebih disukai oleh para veteran Hackintosher karena dianggap lebih murni (vanilla). Namun cara ini kurang praktis karena pengguna harus memilih dan membuat sendiri paket instalasi, mulai dari bootloader, driver, dan kernel yang diambil langsung dari DVD Retail asli Apple OSX.

Perlu hackintosh atau tidak?

Sebelum kembalinya Steve Jobs ke Apple pada tahun 1997, Mac OS sempat bernasib seperti Windows yaitu dapat di install di semua komputer, khususnya yang menjalin hubungan kerja sama dengan Apple. Kemudian semua dihapuskan oleh Steve Jobs dan menjadikan Mac OS kembali eklusif untuk komputer Macintosh saja dengan boot room khusus.

Tidak semua PC/ notebook dapat secara langsung menjalankan sistem operasi Apple OSX. Oleh karena itu pemilihan spesifikasi sangat menentukan tingkat keberhasilan dan berjalannya fitur-fitur Apple OSX dengan sempurna. Verians dapat mengidentifikasi hardware sebelum memutuskan untuk menginstal Apple OSX pada PC/ laptop, untuk mengetahui apakah PC/ laptop tersebut dapat menjalankan Apple OSX atau tidak.

Karena banyak Hackintosher yang pada akhirnya gagal atau mengalami kesulitan menginstall/menjalankan Apple OSX karena menggunakan PC / laptop yang tidak kompatibel. Mengikuti dan lebih cermat dalam memilih spesifikasi hardware lebih disarankan untuk mempermudah dan menjamin keberhasilan dalam menjalankan sistem operasi Apple OSX.

Hampir semua aplikasi yang berjalan di Apple Computer / Mac dapat dijalankan pula di Hackintosh, kecuali aplikasi tertentu yang membutuhkan integrasi dengan perangkat khusus Apple Computer/ Mac.

Buat apa meng-hackintoshkan laptop? Karena bagaimanapun tidak akan bisa membuatnya terlihat seperti Macbook. Apalagi kalau harus membeli HP Elitebook atau Probook, yang harganya hampir sama atau bahkan lebih mahal dari  Macbook, jadi mending beli Macbook saja sekalian.

Lalu buat apa hackintosh? Jawabannya adalah untuk desktop PC. Loh, kenapa? Kan ada produk Apple buat desktop seperti iMac, Mac Pro dan Mac Mini. Betul sekali, tapi apa ketiga produk Apple tersebut mudah untuk diupgrade atau digonta-ganti hardwarenya? Sama sekali tidak mudah. Terlebih generasi Mac saat ini hampir semua perangkatnya menjadi satu dengan motherboard dengan tujuan untuk memperkecil bentuknya. Tapi selama komputer tersebut tidak harus dibawa kesana-kemari buat apa dibuat kecil?

Saking tipisnya iMac 5k, semua perangkatnya harus dicustom khusus dan menjadi satu dengan motherboard, kecuali RAM yang masih diupgrade. Kalau saja salah satu perangkatnya error, misalnya VGA-nya mati, maka untuk memperbaikinya harus ganti keseluruhan motherboard dan itu hanya bisa dilakukan di service center-nya Apple.

Apabila generasi Mac Pro terdahulu masih berbentuk seperti komputer pada umumnya dan beberapa sparepart-nya masih dapat dengan mudah diganti. Maka Mac Pro tahun 2013 sama sekali berbeda, meski masih dibekali dengan perangkat terhebat mulai dari processor terbanyak dan tercepat, VGA terdasyat, serta RAM terbanyak. Tapi karena didesain secara khusus menyerupai tong sampah, maka tidak ada satu pun perangkat komputer dipasaran yang bisa dimasukkan kedalamnya.

Sepertinya generasi Mac saat ini adalah komputer as-is, artinya ya seperti apa saat membelinya akan seperti itu selamanya, tidak bisa di-upgrade, tidak bisa diganti komponennya, tidak bisa diapa-apakan.

(Visited 3,291 times, 1 visits today)

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *