Wednesday, October 27

Review Film Indonesia | “Shy Shy Cat (2016)” Film Bioskop Rasa FTV

Trailer Shy Shy Cat nampak menjanjikan. Boleh dibilang daya tarik dari film ini ada pada deretan aktor-aktris papan atas yang berani disuguhkan yaitu Nirina Zubir, Acha Septriasa, Fedi Nuril, hingga Titi Kamal.

Tak ayal bila film ini banyak mendapatkan perhatian dan dinanti bersamaan dengan Catatan Dodol Calon Dokter–yang juga diisi oleh Tika Bravani, aktris yang akhir-akhir ini namanya sedang melambung karena sering mencuri perhatian.

Mira (Nirina Zubir), adalah seorang bankir teladan yang usianya baru saja genap 30 tahun. Dikarenakan janji kepada sang Abah (Budi Dalton), Mira diharuskan pulang ke kampung halamannya untuk dijodohkan dan menikah dengan Otoy (Fedi Nuril). Mira yang merupakan seorang wanita metropolitan enggan untuk melakukannya. Ia dibantu dengan kedua sahabatnya yaitu Jessy (Acha Septriasa) dan Umi (Tika Bravani) berencana untuk menggagalkan perjodohan tersebut. Namun setelah bertemu dengan Otoy, persahabatan mereka justru mengalami banyak cobaan.

1000px-banner-shy-shy-cat-2016-ngepopcom

Film ini bergenre komedi romantis yang menurut saya agaknya dipaksakan.

Pengisahan yang disampaikan sebenarnya lebih terfokus pada pertemanan Nirina, Acha, dan Tika. Cerita yang disajikan tipikal, tetapi twist di akhir durasi yang juga menjadi klimaks justru mencengangkan sekaligus meragukan genre film ini.

Di samping itu, cerita yang berantakan dan kurang fokus agaknya membuat pembacaan penonton terbolak-balik. Highlight film ini menjadi kosong. Walaupun demikian, ide background cerita yang sebenarnya menyentil anak muda kekinian tentang betapa berharganya kemampuan mereka di kampung halaman sangat terasa dan patut diacungi jempol.

Peran Acha Septriasa yang biasanya terbilang elit dalam beberapa film harus dirampas oleh peran “genit”-nya yang sangat jarang ditemui.

Sejujurnya, akting Acha di film ini fantastis.

Selain bisa menjadi pribadi baru, Acha ternyata bisa mulus memerankan peran komikal. Keterlibatan peran yang begitu besar oleh Acha justru membuat peran Nirina tergusur. Apalagi dengan banyak percakapan yang sepertinya terpotong di tengah-tengah membuat Nirina semakin tak terlihat.

Secara kasat mata, pemeran utama film ini justru lebih condong ke Acha dan guyon receh dari Tika.

Di luar berbagai hal tersebut, visual film ini pun mendapat catatan. Beberapa kali ditemukan gambar yang pecah dan bahkan tidak fokus pada pemain. Agaknya film bioskop ini juga masih terjebak pada pakem FTV. Apalagi ditambah pilihan judul yang menggelikan.

Shy Shy Cat memperoleh 7 dari 10 bintang.

(Visited 645 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *