Monday, August 2

Rating 7

Review Film | “Along with the Gods: The Two Worlds (2017)” Reinkarnasi Kontemporer
#Home, Film, Rating 7

Review Film | “Along with the Gods: The Two Worlds (2017)” Reinkarnasi Kontemporer

Menyoal perjalanan terjal di rangkaian pengadilan akhirat menyongsong reinkarnasi, Along with the Gods: The Two Worlds menjalani rutenya dengan penuh perjuangan pula. Sekali waktu berhasil dengan teramat baik, di lain bagian harus menenggak pil kebingungan. Film ini berkisah tentang Ja Hong yang seketika meninggal (terjatuh) sewaktu bertugas menyelamatkan seorang anak yang terjebak di kebakaran gedung bertingkat. Sebagai seorang petugas pemadam kebakaran yang penuh dedikasi dan tanpa pamrih, dia lalu dijemput dengan suka ria oleh dua pengawal akhirat. Penyebabnya tidak lain karena dia dianggap oleh para pengawal tersebut sebagai arwah seorang suri tauladan. Jenis arwah limited edition yang memperoleh golden ticket sehingga proses reinkarnasinya lebih cepat terjadi. Dari sinilah, pengadila...
Review Film Indonesia | “Susah Sinyal (2017)” Bom Tawa Itu Tidak Meledak Hebat
#Home, Film, Rating 7

Review Film Indonesia | “Susah Sinyal (2017)” Bom Tawa Itu Tidak Meledak Hebat

Setelah Ngenest (2015) dan Cek Toko Sebelah (2017) membekas di ingatan, saya menunggu-nunggu film Ernest Prakasa yang selanjutnya. Apalagi setelah trailer awal Susah Sinyal muncul. * Susah Sinyal (2017) bercerita tentang dinamika hubungan seorang single-mother dan anaknya. Pekerjaan Ibu yang menyibukkan, anak yang tumbuh remaja, dan kepedihan karena kematian anggota keluarga adalah inti ceritanya. Secara personal, saya menyukai ide tentang penggunaan sudut pandang manusiawi untuk melihat sosok Ibu. Khususnya tentang Ibu yang berusaha memahami dan mendekati kehidupan anaknya dengan beradaptasi pada perbedaan zaman dan menyeimbangkan dengan dunianya sendiri. Mom, you have to watch this movie and start to love your daughters/sons the way they want your love. Sayangnya, inti cerita te...
Review Film Indonesia | “Satu Hari Nanti (2017)” Hati-Hati Gagal Menarik Hati
#Home, Film, Rating 7

Review Film Indonesia | “Satu Hari Nanti (2017)” Hati-Hati Gagal Menarik Hati

Sebelum empat karakter utama dalam Satu Hari Nanti akhirnya menemukan “jaraknya” masing-masing, film ini telah lebih dulu membuat penontonnya berjarak. Film arahan Salman Aristo kali ini berseting di Swiss. Bergulat di dua pasang kekasih, artinya ada empat orang yang dilibatkan secara intens. Alya, Bima, Cho, dan Din. Saling mencari pelarian atas kisah asmara dan gejolak internal keluarga menjadi tulang punggungnya. Seiring berjalannya durasi, nyatanya bukan pundaklah yang dicari oleh mereka. Kesan pertama setelah menonton film ini bagi saya pribadi adalah capek, penuh. Penuh yang bukan di artian positif. Bukan penuh karena memperoleh guyuran insights. Ada dua hal yang menyumbang perasaan ini: durasinya dan buramnya arah narasi. Sejak permulaan, kita sebagai penonton sudah dijeja...
Review Film Indonesia | “Hujan Bulan Juni (2017)” Hampir Seperti FTV Hlo, Mas
#Home, Film, Rating 7

Review Film Indonesia | “Hujan Bulan Juni (2017)” Hampir Seperti FTV Hlo, Mas

Film Hujan Bulan Juni diangkat dari novel berjudul sama yang saya belum baca. Jadi ulasan berikut akan murni sebagai ulasan film. Film ini menceritakan tentang perjalanan mempertahankan hubungan asmara antara Pingkan Dondokambey (Velove Vexia) dan Sarwono (Adipati Dolken). Puitis? Oh tentu saja. Ibarat DNA yang bawaan dari Ayah Ibu, karakter puitis dalam film ini adalah bawaan dari novel. Lebih dari karakter, kekuatan utama Hujan Bulan Juni justru ada pada puisinya. Kekuatan lain dari film ini ada pada latar belakang tokoh utama. Mereka memiliki latar belakang pekerjaan yang berbeda seperti cerita kebanyakan. Pingkan adalah pengajar di jurusan Sastra Jepang, sementara Sarwono adalah staff peneliti jurusan Antropologi. Ekosistem tempat menjalin kasih terasa dekat dengan penonton: kam...
Review Film Indonesia | “Shy Shy Cat (2016)” Film Bioskop Rasa FTV
#Home, Film, Rating 7

Review Film Indonesia | “Shy Shy Cat (2016)” Film Bioskop Rasa FTV

Trailer Shy Shy Cat nampak menjanjikan. Boleh dibilang daya tarik dari film ini ada pada deretan aktor-aktris papan atas yang berani disuguhkan yaitu Nirina Zubir, Acha Septriasa, Fedi Nuril, hingga Titi Kamal. Tak ayal bila film ini banyak mendapatkan perhatian dan dinanti bersamaan dengan Catatan Dodol Calon Dokter--yang juga diisi oleh Tika Bravani, aktris yang akhir-akhir ini namanya sedang melambung karena sering mencuri perhatian. Mira (Nirina Zubir), adalah seorang bankir teladan yang usianya baru saja genap 30 tahun. Dikarenakan janji kepada sang Abah (Budi Dalton), Mira diharuskan pulang ke kampung halamannya untuk dijodohkan dan menikah dengan Otoy (Fedi Nuril). Mira yang merupakan seorang wanita metropolitan enggan untuk melakukannya. Ia dibantu dengan kedua sahabatnya yaitu...
Review Film | “Pete’s Dragon (2016)” Keberanian Bocah Belia
#Home, Film, Rating 7

Review Film | “Pete’s Dragon (2016)” Keberanian Bocah Belia

Dua ribu enam belas agaknya jadi tahun yang gemilang buat prolog film model kecelakaan mobil. Pete's Dragon tidak mau ketinggalan. Berharap ingin berpetualang, keluarga berisikan ayah, ibu, dan Pete yang masih belia harus mengalami kecelakaan naas. Setelah beberapa kali tampil dewasa, melalui film ini Disney kembali ke akarnya. Sebuah persembahan buat anak-anak. Film ini berkisah tentang Pete, bocah yang tertimpa kemalangan karena mobil yang ditumpangi bersama orangtuanya mengalami kecelakaan. Si mobil tergelincir dan terbalik di dalam hutan. Pete selamat. Dia selamat karena ditemukan oleh seekor naga berbulu hijau yang baik hati, Elliot. Semenjak itu, Pete adalah anak rimba. Sampai suatu hari, Pete melakukan tindakan yang membahayakan kehidupan si naga. Dahi penonton tidak akan dibua...
Review Film | “Suicide Squad (2016)” Kepalang Bingung
#Home, Film, Rating 7

Review Film | “Suicide Squad (2016)” Kepalang Bingung

Kabar baiknya, Suicide Squad masih menarik kalau ditonton ulang--karena ganjil. Kabar buruknya, film ini tidak bisa mengelak bahwa naskahnya masih setengah matang. Dialog dan sekuens yang dilempar terlalu ala kadarnya dan malah menjurus ke, "Apa sih?" Film ini berkisah tentang Amanda Waller, seorang petinggi badan intelijen Amerika, yang bermaksud membentuk pasukan khusus "Task Force X" pasca tewasnya Superman. Pasukan itu terdiri dari para penjahat "DC Comics" yang kebetulan berhasil ditangkap. Tugas mereka adalah menjalankan misi "bunuh diri" kalau sewaktu-waktu ada ancaman luarbiasa yang terjadi.   Di atas kertas, film ini memiliki semua syarat untuk menjadi sangat istimewa. Berbagai tokoh villain tiba-tiba harus menjalankan program "penyelamatan". Ditambah, banyak di ...
Review Film | “Finding Dory (2016)” Sentimental dan Menyenangkan
#Home, Film, Rating 7

Review Film | “Finding Dory (2016)” Sentimental dan Menyenangkan

Tahu bahwa untold story dari tiap-tiap karakternya punya kadar emosional yang berbeda, Finding Dory memilih berjalan sesuai koridor: sentimental dan menyenangkan. Dory bermain dengan fragmen-fragmen ingatan yang sangat personal. Dengan kondisi semacam itu, tidak ada rencana muluk-muluk yang nampak jelas di hadapan. Film Finding Dory memiliki skop timeline penceritaan yang sangat panjang. Semuanya dimulai ketika Dory kecil sedang dilatih oleh kedua orang tuanya untuk tidak begitu saja menerima keadaan. Mereka berasal dari spesies ikan yang memiliki sindrom short-term memory loss--tidak bisa mengingat sesuatu yang baru saja terjadi.   Tanpa mengetahui apa yang terjadi setelahnya, penonton langsung dilempar ke kejadian ketika Dory bertabrakan dengan ayah Nemo--Marlin--yang s...
Review Film Indonesia | “Ada Apa dengan Cinta? 2” Sekuel yang Bising
#Home, Film, Rating 7

Review Film Indonesia | “Ada Apa dengan Cinta? 2” Sekuel yang Bising

Judul: Ada Apa dengan Cinta? 2 | Cast: Nicholas Saputra, Dian Sastrowardoyo | Sutradara: Riri Riza | Penulis Naskah: Mira Lesmana, Prima Rusdi | Produser: Mira Lesmana | Rilis: 28 April 2016 | Durasi: 123 menit Ada Apa dengan Cinta? memang film yang rame. Trademark ini ingin dipertahankan di sekuelnya, sayang jatuhnya malah bising. Saya kurang bisa menikmati suguhan yang materi promosinya gila-gilaan ini. Bahkan untuk sekadar memberikan sensasi "campur aduk" seperti prekuelnya, Ada Apa dengan Cinta? 2 berjalan terseok-seok. Film ini berkisah tentang Cinta dan Rangga yang sudah terpisah secara raga sekian purnama. Meskipun sempat berkunjung ke New York, toh jalan cinta keduanya harus kandas secara sepihak. Namun, bukan berarti keajaiban cinta itu hilang begitu saja. Secara tidak terduga...