Friday, June 14

Tag: Salman Aristo

Review Film Indonesia | “Satu Hari Nanti (2017)” Hati-Hati Gagal Menarik Hati
#Film, #Home, Rating 7

Review Film Indonesia | “Satu Hari Nanti (2017)” Hati-Hati Gagal Menarik Hati

Sebelum empat karakter utama dalam Satu Hari Nanti akhirnya menemukan “jaraknya” masing-masing, film ini telah lebih dulu membuat penontonnya berjarak. Film arahan Salman Aristo kali ini berseting di Swiss. Bergulat di dua pasang kekasih, artinya ada empat orang yang dilibatkan secara intens. Alya, Bima, Cho, dan Din. Saling mencari pelarian atas kisah asmara dan gejolak internal keluarga menjadi tulang punggungnya. Seiring berjalannya durasi, nyatanya bukan pundaklah yang dicari oleh mereka. Kesan pertama setelah menonton film ini bagi saya pribadi adalah capek, penuh. Penuh yang bukan di artian positif. Bukan penuh karena memperoleh guyuran insights. Ada dua hal yang menyumbang perasaan ini: durasinya dan buramnya arah narasi. Sejak permulaan, kita sebagai penonton sudah dijeja...
Review Film Indonesia | “Ada Cinta di SMA (2016)” Lebih dari Relatable
#Film, #Home, Rating 9

Review Film Indonesia | “Ada Cinta di SMA (2016)” Lebih dari Relatable

Ada Cinta di SMA (ACdS) menjadi karya sinema yang berhasil memenuhi verdict sebagai film bagus. Film remaja ini mampu memotret eranya; menyajikan performa musikal yang kontekstual; mempersembahkan drama remaja multi-layer dengan para karakter yang cukup menyimpan kedalaman; dan mampu membuat penonton milenial senyum-senyum sendiri menyadari bahwa ada cukup banyak relatable moments. Bagi kamu yang belum menonton, mungkin akan langsung berkernyit sambil berguman, “Ah, klise,” kalau cuma membaca sinopsisnya. Film ini berkisah tentang Kiki yang nyaris mengakhiri masa jabatannya sebagai ketua Osis. Sekolah otomatis bakal melakukan penjaringan ketua baru. Kalau sebelum-sebelumnya para calon diusulkan oleh pengurus Osis yang terakhir menjabat, tahun ini mekanismenya adalah terbuka bagi para s...