Sunday, September 26

Rating 6

Review Film Indonesia | “Naura dan Genk Juara (2017)” Boleh Juga
#Home, Film, Rating 6

Review Film Indonesia | “Naura dan Genk Juara (2017)” Boleh Juga

Spoiler Alert untuk review Naura dan Genk Juara ini! Naura dan Genk Juara bercerita tentang petualangan Naura, Okky, Bimo, dan Kipli di sebuah perkemahan. Sebagai sebuah film musikal anak, film ini berbekal lagu-lagu enerjik (sudah bisa diakses di Spotify bahkan seminggu sebelum filmnya tayang) dan koreografi yang asik. Dari trailer film, diceritakan bahwa Naura, Okky, dan Bimo berangkat ke kompetisi sains regional di Kemah Kreatif sebagai perwakilan SD Angkasa. Tiga orang yang tidak terlalu akur ini berkenalan dengan Kipli, anak kecil yang tinggal dan bekerja sebagai pemelihara satwa di Kemah Kreatif. Lalu Naura, Bimo, dan Kipli bekerjasama menghadapi komplotan pencuri satwa liar yang menculik Okky. Jadi bagus banget nih? Untuk anak dan orang tua, iya. Film Naura dan Genk Juara ...
Review Film | “The Preppie Connection (2016)” Realisasi Ala-Ala
#Home, Film, Rating 6

Review Film | “The Preppie Connection (2016)” Realisasi Ala-Ala

Buat milenial, apalagi yang tinggal di luar Amerika, The Preppie Connection adalah manifestasi dari kata "asing". Dan sebagai sebuah narasi yang mengangkat kisah berdasarkan jejak langkah masa lampau, sudah selayaknya film ini mampu mengonversikan ketidaktahuan penonton menjadi sebaliknya. Kabar baiknya, film ini bisa memperkenalkan. Namun, The Preppie Connection melakukan pendekatan personal yang keliru dalam adaptasinya. Film ini berkisah tentang seorang pemuda, Tobias alias Toby, yang memperoleh beasiswa di sebuah sekolah bergengsi. Itu merupakan angan-angan dari orangtua, terutama ibunya, sejak lama. Namun Toby tidak seantusias itu. Di hari pertama, dia sudah mengalami perlakuan tidak mengenakkan dari sekelompok teman satu pondokan--untungnya ada satu murid dari Kolombia yang selal...
Review Film | “Demolition (2016)” Riskannya Repetisi
#Home, Film, Rating 6

Review Film | “Demolition (2016)” Riskannya Repetisi

  Saya harap kita sudah sepakat bahwa tidak ada suatu yang benar-benar baru di dunia ini. Ketika ada alternatif kebaruan, prosesnya merupakan komodifikasi dan kolaborasi dari berbagai unsur yang sudah lebih dulu ada sebelumnya--disengaja maupun tidak. Tetapi bukan berarti suatu yang sudah ada tidak bisa diperlakukan repetitif. Dalam ranah film, model penceritaan juga bisa berada di posisi yang cukup riskan semacam itu--kemungkinan singgungan dan pengulangan gagasan selalu ada. Demolition sejak awal berusaha keras untuk melakukan representasi seperti tersebut. Tetapi, film ini melakukannya dengan sangat sembrono. Demolition berkisah tentang Davis Mitchell, seorang yang kehidupannya mapan. Dia bekerja di sebuah perusahaan finansial yang dikomandoi oleh sang mertua. Materinya le...
Review Film | “Alice Through the Looking Glass (2016)” Sekuel Setengah Hati
#Home, Film, Rating 6

Review Film | “Alice Through the Looking Glass (2016)” Sekuel Setengah Hati

Magis Alice in Wonderland tinggal ceceran di Alice Through the Looking Glass--yang kemudian di review ini disebut Alice 2. Alice 2 hanyalah parade visual yang miskin substansi dan urgensi. Bahkan karakter-karakter ikoniknya pun tampil limbung kurang tenaga. Alice Through the Looking Glass berkisah tentang Alice (Mia Wasikowska) yang sekarang adalah seorang pelaut. Dia harus berhadapan dengan situasi sulit karena deraan finansial keluarganya. Dalam kondisi batin yang kurang nyaman, secara tidak terduga Alice kembali memasuki Wonderland karena mengikuti seekor kupu-kupu yang memasuki sebuah cermin. Di Wonderland pun Alice mendapati kenyataan bahwa sahabat lamanya, Hatter Tarrant Hightopp (Johny Depp), sedang gundah. Dia menyalahkan dirinya sendiri sebab telah berburuk sangka kepada orangt...