Friday, June 14

Tag: netflix

Catatan | “To the Bone”, “Atypical”, hingga “13 Reasons Why”: Puja Netflix dengan Segala Keberaniannya Melawan Tabu
#Film, #Home, #Serial

Catatan | “To the Bone”, “Atypical”, hingga “13 Reasons Why”: Puja Netflix dengan Segala Keberaniannya Melawan Tabu

Di 2017 ini Netflix seolah ingin mengangkat panjinya tinggi-tinggi: bawa ide tertabu, kami akan mewadahi itu. Maret lalu mereka memperkenalkan adaptasi audio-visual untuk 13 Reasons Why dalam wujud serial. Bulan lalu, Juli, Netflix pantang mundur merilis film To the Bone meski selama masa promo awal memperoleh begitu banyak backlash. Bulan ini, Agustus, layanan streaming yang juga punya lini production house ini kembali menggebrak publik via Atypical. Apa yang menghubungkan tiga judul tersebut? Ketiganya sama-sama mengangkat tema yang bisa dibilang nekat buat kondisi masyarakat kita saat ini—masyarakat yang mudah tersinggung oleh berbagai hal. Sebenarnya, nada-nada sumbang tidak hanya mendera tiga judul di atas. Ada judul-judul lain yang bernasib serupa, sebut saja Okja, Dear Wh...
Catatan Serial | “13 Reasons Why Season 1” Menyadarkan dan Menunjukkan Kesalahan secara Frontal
#Home, #Serial, Rating 10

Catatan Serial | “13 Reasons Why Season 1” Menyadarkan dan Menunjukkan Kesalahan secara Frontal

Tulisan ini dibuat tepat satu bulan semenjak 13 Reasons Why untuk pertama kalinya dirilis oleh Netflix. Ada dua alasan mengapa saya mengambil jeda cukup lama hingga akhirnya menghasilkan catatan ini. Alasan pertama: memberikan ruang dan waktu yang cukup buat orang lain yang belum menontonnya--terutama karena ada dua tipe pengonsumsi yaitu yang binge-watching dan yang sekali waktu satu-dua episode (tidak sekaligus). Alasan kedua: bahasan sepenting gagasan 13 Reasons Why butuh situasi yang kondusif untuk membicarakannya, saya sengaja menunggu hingga hype-nya sedikit reda. Dampak dari alasan kedua itu lumayan menarik. Saya bisa lebih dulu mengetahui resepsi singkat orang-orang pasca menamatkan musim pertama 13 Reasons Why dari timeline media sosial, saya bisa melihat perdebatan yang sudah ...
Catatan Serial | “Narcos Season 2” Dramatis dan Bagaimana Potensi Musim Selanjutnya?
#Home, #Serial, Rating 9

Catatan Serial | “Narcos Season 2” Dramatis dan Bagaimana Potensi Musim Selanjutnya?

Ketika saya pertama kali menyaksikan Narcos, yang paling melekat di kepala adalah nama Escobar, Escobar, dan Escobar. Dia adalah sosok yang licin, selicin belut. Bahkan aparat Kolombia dibantu oleh intervensi federal Amerika via DEA saja tidak bisa dengan singkat menangkapnya. Di musim pertama, Narcos adalah sajian kataklismik yang secara di luar dugaan sempat sampai membuat saya kewalahan. Terutama karena waktu itu saya belum banyak mengeksplor sejarah panjang seorang Escobar. Musim pertama laksana neraka bagi siapa pun yang menontonnya. Kalau selama ini Game of Thrones disebut-sebut merupakan raja tega karena sering mematikan karakter fiksinya, Narcos adalah wujud sebenarnya dari raja tega itu di dunia nyata. Ketika menonton Narcos, kita diwajibkan untuk siap apabila sewaktu-wak...