#SpectacularTen 10 Serial TV Terbaik 2017 (Bagian 2)

Estimasi waktu baca: 5 menit

Pelan-pelan layar kaca kita tidak cuma didominasi oleh kisah kriminal (meski tentu saja tema ini tetap laris diadaptasi), dunia serial di 2017 memiliki kontrak eksklusif dengan berbagai isu penting. Sebut saja gun control, domestic abuse, perbudakan, filosofi, fantasi, dan seterusnya. Untung saja, berbagai terobosan itu semakin didukung penuh lewat bukti gelontoran dana yang makin masif saja (hingga bisa dibilang: tak kalah dengan sinema).

Seperti Spectacular Ten tahun lalu, daftar terbaik ini turut dipecah ke dalam dua postingan. Bagian pertama tersedia di tersapacom, sedangkan bagian kedua dapat dibaca di Ngepopcom. Yang sedang kamu baca ini adalah bagian kedua. Kalau kamu belum membaca bagian pertama, bisa klik DI SINI.

Namun, sebelum masuk ke urutan kelima, mulai tahun ini kami memiliki sempalan penghargaan bernama Redemption Awards. Penghargaan ini diberikan kepada nama-nama yang layak menerima rekognisi di #SpectacularTen tahun sebelumnya, tetapi karena satu dan lain hal justru lupa disebut.


2017’s Redemption Awards Kategori Serial: Skam (S03)

Tidak hanya karena di musim ketiganya Skam berhasil menyita perhatian dunia,  kali ini serial ini berhasil menyajikan kisah romansa Even dan Isak dengan bahasa universal. Bahasa ketulusan yang membuat siapa pun penontonnya akan dengan mudah hanyut dalam kolam simpati yang sama. (9.5/10)


Tanpa perlu berlama-lama, berikut adalah lima besar Spectacular Ten kategori Film Terbaik hasil kerja sama tersapa dan Ngepop.

#5 Better Call Saul (S03)

Better Call Saul sadar betul bahwa serial ini berhutang banyak kepada karakter-karakter ikonik di Breaking Bad. Musim ini menjadi perjumpaan terakhir kita dengan Chuck–dan seperti sudah diprediksi, sayonaranya begitu mengiris hati. Melalui satu konflik yang kemudian terus memanas di hubungan dua orang yang bersaudara itu (Jimmy dan Chuck), aroma saling memanipulasi nan miris dan melelahkan menguar tak kunjung sirna. Dan itu barulah awal yang baru, sebab di musim ketiga cikal bakal seorang Saul Goodman sudah mulai tercium tajam. Kehadiran Gus Fring di sini menjadi teaser paling bikin “haus” di jagat serial sepanjang 2017. (9.5/10)

#4 Game of Thrones (S07)

Game of Thrones sudah khatam masalah intrik “halus-halus menghanyutkan” di enam musim sebelumnya. Inilah saatnya dia berani mendaki anak tangga baru bernama eskalasi. Atas keputusan ini, jelas saja ada penggemar yang pro dan kontra. Yang paling vokal adalah penyebutannya sebagai “terburu-buru”. Padahal, kalau mau dicerna dengan lebih toleran, keputusan Season 7 untuk menjadi bar-bar sudah menjadi keniscayaan. Setelah pembangunan fondasi politis yang nyatanya hanya akan melanggengkan kekuasaan sementara–padahal ada ancaman yang lebih mengerikan, White Walkers–beragam aksi heroik di sini sudah saya nantikan sejak lama. Dan tentu saja, implikasinya, musim ini memiliki sangat banyak episode terbaik dari keseluruhan saga. (9.5/10)

#3 The Punisher (S01)

Berangkat dari kemasannya yang semacam tidak kenal tedeng aling-aling, The Punisher sangat mudah dilabeli sebagai sajian terkompleks yang pernah dibuat oleh Marvel-Netflix–bahkan oleh Marvel secara general. Permainan layernya yang begitu kompleks menunjukkan kedewasaan serial ini tentang tujuan apa yang ingin dicapai. Tujuan yang ujungnya adalah memberikan penyadaran. Meskipun harus melalui jalur kekerasan tak terperi.

Sejalan dengan judulnya, The Punisher berusaha “menghukum” tidak hanya para “penjahat”-nya, tetapi juga pemahaman kita sebagai penonton. Bisa jadi kita selama ini terlalu permisif dalam memandang isu krusial (terorisme, gun control, pengadilan, agen negara), kita selalu senang berada di kubu abu-abu hanya karena takut diserang oleh pihak lain kalau berani ambil opsi tegas. The Punisher membantu membuka ruang keberanian keberpihakan dalam diri kita. (10/10)

#2 Mr Robot (S03)

Musim ketiga Mr Robot tidak cuma tampil bold, tapi juga berhasil melampaui capaian yang berhasil digasak oleh musim pertamanya. Dengan kata lain, ini adalah season terbaik sejauh ini. Kalau di musim pertama kita dipertemukan dengan Elliot dan aksi peretasannya yang terkoordinir dengan baik karena kepribadiannya sebagai Mr Robot belum mengalami kontradiksi dengannya; dan di musim kedua dia bergulat dengan sisi psikologisnya sendiri pascamenyadari “kejanggalan” yang terjadi; di musim ketiga ini kita diberi konfrontasi terang-terangan antara Elliot, Mr Robot, Tyrell, dan Dark Army. Sejujurnya, perjalanan kali ini begitu menggairahkan sebab Elliot sudah sampai di tahap: berdamai dengan dirinya sendiri. Sebuah langkah yang begitu melegakan tapi juga riskan sebab banyak pihak yang tidak mengharapkan hal itu untuk terjadi. Secara paket utuh, musim ini juga menjadi Mr Robot paling brutal yang pernah ada. (10/10)

#1 13 Reasons Why (S01)

(Selain link review di atas (dengan klik hyperlink subheading) baca juga TULISAN INI)

Isu penting tentang bullying, rape culture, adiksi, depresi, dan manifestasinya bersifat borderless, ini adalah isu global. Kalau yang kamu rasakan ketika menonton serial ini adalah perasaan pahit, ya sepahit itulah tanggungan yang harus dipikul oleh korban gangguan mental–di kondisi nyata bisa lebih “menyakitkan” bahkan sangat mungkin sampai di level tak terperi. Penyajian perspektif yang lebih luas (dengan memberikan backstory yang proporsional untuk mayoritas karakter vitalnya) membuat serial ini begitu bijaksana. Serial 13 Reasons Why tidak menjadi rangkaian episode yang bersifat “menghakimi tanpa hati”. Kita sebagai penonton diposisikan sebagai pihak netral dan cukup dewasa untuk menilai sendiri mana yang layak dipersalahkan dan mana yang juga berada di posisi “korban”.

Kisah pilu 13 Reasons Why membuka gerbang introspeksi dan dialog nyata tentang gangguan mental yang selama ini masih absen karena dianggap tabu oleh masyarakat kita. Bukan untuk mengagung-agungkan tindakan bunuh diri, justru sebaliknya yaitu: mencegah supaya tragedi serupa tidak terjadi lagi. Serial 13 Reasons Why memang dipenuhi oleh fragmen-fragmen realitas yang sangat mungkin bisa menjadi trigger bagi penontonnya yang tidak siap maupun yang memang merasakan relasinya begitu dekat. Inilah yang kemudian membuat serial ini istimewa karena memungkinkan terjadinya ruang diskusi dengan orang lain. Ruang ini bisa terjadi dalam rupa pendampingan maupun upaya untuk menjadi lebih terbuka serta berusaha mengerti satu sama lain. Entah pendampingan itu dari teman, orang tua, maupun guru. Upaya yang semata-mata bertujuan preventif supaya tidak ada lagi korban yang jatuh karena ketidaktahuan “betapa berartinya kehadiran” mereka. Serial paling penting di 2017. (10/10)

 

Author: aef anas

Kecanduan menulis, menonton, dan karya-karya Christopher Nolan.

Nomine “Kritik Film Terpilih” Piala Maya 2016.

(Visited 137 times, 1 visits today)

Comments

  • a thought by #SpectacularTen 10 Serial TV Terbaik 2017 (Bagian 1) | tersapa.com

    […] BAGIAN KEDUA, silakan KLIK DI SINI atau klik gambar di […]

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Name and email are required