Saturday, May 2

Tag: #Review Film

Review Film Indonesia | “Posesif (2017)” Menyitir Lingkaran Setan
#Film, #Home, Rating 9

Review Film Indonesia | “Posesif (2017)” Menyitir Lingkaran Setan

Domestic abuse bukanlah topik baru di kajian sosial maupun gelanggang sinema global. Meski begitu, penyadaran atas “kesalahan” perlakuan kasar ini sukar dilakukan, utamanya di Indonesia. Entah selama ini masyarakat kita menjadikannya sebagai suatu kenormalan, ataukah memang hal tersebut masih terkungkung di ranah tabu. Film Posesif menyadarkan kita akan hal ini. Alih-alih membidik generasi tua yang kiranya bakal sia-sia kalau “dikasih tahu”, muda-mudilah yang akhirnya dibidik. Mumpung belum telat, mumpung belum kolot. Film terbaru arahan Edwin ini berputar di kehidupan dua orang yang saling bermadu kasih: Lala dan Yudhis. Dinamika relasi keduanya layaknya penjajal roller-coaster: dimulai dengan hangat ruam-ruam kuku, lalu mendaki layaknya pompaan hormon pertumbuhan masing-masing, hilang ...
Review Film Indonesia | “Pengabdi Setan (2017)” Akselerasi
#Film, #Home, Rating 9

Review Film Indonesia | “Pengabdi Setan (2017)” Akselerasi

Tidak hanya berhasil membuat standar film horor buatan Indonesia naik kelas, bahkan akselerasi; remake Pengabdi Setan garapan Joko Anwar sukses menjadi sajian yang koheren dan dan tidak repetitif. Narasi film ini berkutat pada periode singkat: pra-ibu meregang nyawa hingga seketika pasca kepergiannya. Ibu yang mantan penyanyi kondang terpuruk di atas ranjang tidurnya: tidak lagi punya materi--royalti pun sudah kandas--dan tubuhnya dihabisi "penyakit" misterius. Selang sebentar, Ibu sudah tidak mampu menopang derita, dia tiada tapi tidak sirna. Keluarga yang ditinggalkannya terjebak dalam pusaran teror supranatural. Mereka harus merana dampak perjudian si Ibu dengan sekte pemuja iblis. Selayang pandang, dalam kamus saya, ada dua genre film yang susah lepas dari penilaian super-subjekt...
Review Film | “Baby Driver (2017)” Dengarkan Filmnya
#Film, #Home, Rating 9

Review Film | “Baby Driver (2017)” Dengarkan Filmnya

Dengar. Pelan-pelan kita paham. Baby Driver adalah tentang tempo dalam adegan, kawin dengan musik yang kompak berdentam. Film terbaru dari salah satu sutradara paling visioner yang dimiliki Hollywood, Edgar Wright, ini mengkombinasikan gaya (style) dengan film bergenre heist. Di sini penonton berkenalan dengan Baby, seorang anak muda yang menjadi supir bagi komplotan perampok yang bekerja secara sistematis. Berulang-kali dia berusaha pensiun, dia selalu termakan bujuk rayu boss-nya untuk kembali beraksi. Memperoleh kepercayaan sedemikian besar (dibuktikan dengan adanya kontrak yang kontinu), pastilah Baby bukan bocah sembarangan. Satu hal yang pasti: misinya tidak pernah jadi semakin mudah. Secara muatan emosional dan asyiknya aksi, Baby Driver mengingatkan saya pada Drive. Dan laya...
Catatan | “To the Bone”, “Atypical”, hingga “13 Reasons Why”: Puja Netflix dengan Segala Keberaniannya Melawan Tabu
#Film, #Home, #Serial

Catatan | “To the Bone”, “Atypical”, hingga “13 Reasons Why”: Puja Netflix dengan Segala Keberaniannya Melawan Tabu

Di 2017 ini Netflix seolah ingin mengangkat panjinya tinggi-tinggi: bawa ide tertabu, kami akan mewadahi itu. Maret lalu mereka memperkenalkan adaptasi audio-visual untuk 13 Reasons Why dalam wujud serial. Bulan lalu, Juli, Netflix pantang mundur merilis film To the Bone meski selama masa promo awal memperoleh begitu banyak backlash. Bulan ini, Agustus, layanan streaming yang juga punya lini production house ini kembali menggebrak publik via Atypical. Apa yang menghubungkan tiga judul tersebut? Ketiganya sama-sama mengangkat tema yang bisa dibilang nekat buat kondisi masyarakat kita saat ini—masyarakat yang mudah tersinggung oleh berbagai hal. Sebenarnya, nada-nada sumbang tidak hanya mendera tiga judul di atas. Ada judul-judul lain yang bernasib serupa, sebut saja Okja, Dear Wh...
Review Film | “Gifted (2017)” Hidup Sebagai Manusia yang Utuh
#Film, #Home, Rating 9

Review Film | “Gifted (2017)” Hidup Sebagai Manusia yang Utuh

Setiap anak layak memperoleh haknya sebagai manusia seutuhnya. Manusia yang boleh punya pilihan, manusia yang bebas dari tekanan, bahkan manusia yang boleh mempertanyakan perspektif segala hal. Siapa pun itu. Gifted mengingatkan kita semua tentang masalah substansial ini dengan begitu hangat. Film ini berkisah tentang Mary, seorang bocah jenius yang tinggal bersama pamannya—Frank, wali resmi pasca ibunya meninggal. Frank berusaha semampunya supaya Mary hidup layaknya manusia normal lain. Meski begitu, Frank selalu suportif pada rasa keingintahuan keponakannya. Di hari pertama sekolah, kecerdasan Mary membuat gurunya gelagapan. Beberapa waktu kemudian, pihak sekolah merekomendasikan Mary supaya pindah ke sekolah khusus untuk anak jenius. Frank menolak mentah-mentah sebab tidak ingin Mar...
Review Film Indonesia | “Rafathar (2017)” Terserah
#Film, #Home, Rating 5

Review Film Indonesia | “Rafathar (2017)” Terserah

Film Rafathar tidak peduli penonton. Tidak peduli konvensi logika narasi. Tidak peduli tanggung jawab modal. Bahkan tidak peduli pada Rafathar. Buah cinta Umbara Brothers bersama PH milik Raffi-Gigi ini berkisah tentang seorang bayi hasil rekayasa yang diselundupkan oleh profesornya sendiri supaya tidak jatuh ke tangan sang “pemesan”. Si profesor menaruh paket bayi yang dibalut dengan selimut berlabel Rafathar itu di depan pintu rumah sepasang suami-istri yang tidak punya anak—si istri merupakan aktris Malaysia yang meniti karier sinetron di Indonesia. Karena pada dasarnya bermental seleb, suami-istri itu pakai bikin acara press conference perihal adopsi Rafathar. Dengan skema waktu yang begitu kilat, narasi mendadak langsung mempertemukan mereka dengan komplotan penjahat yang berusaha me...
11 Fakta Menarik “Dunkirk (2017)”, Film Pertama Christopher Nolan yang Berdasarkan Peristiwa Nyata Perang Dunia II
#Film, #Home

11 Fakta Menarik “Dunkirk (2017)”, Film Pertama Christopher Nolan yang Berdasarkan Peristiwa Nyata Perang Dunia II

Dunkirk telah dirilis di bioskop sejak 21 Juli 2017. Film teranyar Christopher Nolan yang mengangkat tentang peristiwa Operation Dynamo "Dunkirk" di masa Perang Dunia II ini disebut banyak pihak sebagai salah satu film perang terbaik yang pernah dibuat. Ngepop pun mengukuhkan label serupa, ditandai dengan penyematan skor 10/10 (rating sempurna pertama untuk film rilisan 2017). Di luar berbagai euforia perayaan apresiasinya, ternyata Dunkirk pun menyimpan cerita di balik layar yang tidak kalah menariknya. Berikut Ngepop tunjukkan 11 fakta terkait film Dunkirk (masih banyak fakta-fakta lainnya, ini adalah yang sudah dipilih, versi awal dari artikel ini sebelumnya diunggah di timeline Line aefanas pada 11-20 Juli 2017). Selamat menyimak! 1. Dunkirk ditayangkan di beberapa format berbe...
Review Film Indonesia | “Filosofi Kopi 2: Ben & Jody (2017)” Berusaha Menggoda Penonton
#Film, #Home, Rating 8

Review Film Indonesia | “Filosofi Kopi 2: Ben & Jody (2017)” Berusaha Menggoda Penonton

Seperti ulasan singkat dari warganet di Twitter, film Filosofi Kopi 2 adalah film yang menyenangkan, dekat, dan ringan. Menyenangkan karena, seperti film yang disutradarai Angga Dwimas Sasongko lainnya, film Filosofi Kopi 2 disajikan dengan gambar-gambar yang sedap. Cantik dan memenuhi standar ‘kekinian’ yang ada dalam benak banyak orang. Saya cukup yakin orang-orang mampu menikmati pemandangan sedap dari setiap detailnya. Mulai dari pencahayaan, perabot, warna, tata busana, dan bahkan tata rambut! Oh My God, saya suka banget dengan gaya rambut Tarra dan Brie. Di satu sisi, saya gemas setengah mati ingin mengeramasi Ben, padahal dia memang sudah bergaya seperti itu sejak Filkop 1. Dekat ini adalah gambaran konflik dalam Filosofi Kopi 2. Rupa konfliknya beda tipis dengan hari-hari ya...
Review Film | “Dunkirk (2017)” Kemenangan yang Sesungguhnya
#Film, #Home, Rating 10

Review Film | “Dunkirk (2017)” Kemenangan yang Sesungguhnya

Nolan lewat Dunkirk-nya berhasil menghadiahi sinema dan dunia dengan film perang yang pendekatannya belum pernah kita saksikan selama ini. Sebuah film yang pekat dengan suspense nonstop tanpa perlu berpenampilan barbar. Terdapat tiga keping kisah beda sudut pandang yang diperkenalkan di awal durasi. Satu kisah ditunggangi para prajurit yang terjebak di Dunkirk dan mencoba pulang ke rumah (Inggris) dengan Tommy (Fionn Whitehead) sebagai karakter pembawa tongkat estafet koherensi. Satu kisah lagi menjadi milik para pilot Supermarine Spitfire, pesawat tempur kebanggaan Inggris yang bertugas melumpuhkan pesawat tempur musuh sekaligus menghalau gangguan terhadap kapal-kapal yang mengangkut para prajurit pulang ke rumah (Inggris). Satu kisah berikutnya menjadi milik Mr Dawson, Peter, dan George...