Tag: #Review Film

Review Film | “Spider-Man: Homecoming (2017)” Vibran dan Segar
#Film, #Home, Rating 9

Review Film | “Spider-Man: Homecoming (2017)” Vibran dan Segar

Spider-Man: Homecoming adalah vibrasi masa muda. So young and so dumb. Dan ketika saya bilang "so dumb", ini tidak mengarah ke pemaknaan negatif--nyatanya Peter adalah bocah jenius. Asosiasinya lebih ke berbagai perilaku naif (campuran hasrat idealis dan kepolosan) pun ceroboh dari si manusia laba-laba yang sukses mengundang gelak tawa ketika disaksikan. Selama ini ketika menyaksikan sajian audio-visual bernarasi superhero, yang sering terepresentasikan barulah sosok yang "agak tua" dan "tua". Di Homecoming, akhirnya kita punya karakter bocah berusia 15 tahun yang bertitel pahlawan super dan mampu membawa spirit optimisme young-adult ke audiens umum. Film Spider-Man kali ini bukanlah origins story (cerita awal mula). Melainkan, kisahnya berfokus pada sosok Peter Parker pasca mengenal...
Review Film | “Wonder Woman (2017)” Superior Tanpa Memojokkan
#Film, #Home, Rating 9.5

Review Film | “Wonder Woman (2017)” Superior Tanpa Memojokkan

Muncul wacana "Wonder Woman menyelamatkan DCEU". Apa iya? Bagi saya pribadi, Wonder Woman bukanlah penyelamat DCEU, melainkan penerus warisan blueprint DCEU yang kebetulan mampu menyambung lidah blueprint-nya kepada audiens yang dulu belum terjangkau. Sebagian kecil dari blueprint besar yang digarap oleh Zack Snyder itu kini berhasil ditranslasikan oleh Patty Jenkins dengan tetap memberikan sentuhan perspektifnya sebagai seorang perempuan sutradara. Dampaknya, hadir sosok perempuan superhero berjuluk Wonder Woman yang tidak saja tampil mengesankan, tetapi juga berhasil menyublimkan aspirasi superior tentang penihilan dikotomi peran berdasarkan jenis kelamin. Dalam Wonder Woman "origins" ini kita dipertemukan dengan putri kesayangan kaum Amazonian, Diana Prince. Mereka tinggal di sebuah ...
Review Film Indonesia | “Critical Eleven (2017)” Dominasi Ale dan Anya
#Film, #Home, Rating 7.5

Review Film Indonesia | “Critical Eleven (2017)” Dominasi Ale dan Anya

Critical Eleven (2017) di Ngepop tersedia dalam dua review terpisah: dari sudut pandang yang sudah membaca novelnya dan dari sudut pandang yang belum membaca novelnya. Tulisan ini adalah versi pembaca novelnya. Ada tiga hal yang menyelamatkan Critical Eleven sebagai sebuah film: chemistry tak terbantahkan antara Reza dan Adinia, tata visual yang mapan, dan pendekatan adaptasi novelnya ke film yang bijak. Tanpa ketiganya, film ini bakal lebih terseok-seok dalam menangani elemen plot pun juntaian karakter-karakternya. Critical Eleven berkisah tentang dua orang, Anya dan Ale, yang tidak sengaja dipertemukan oleh Yang Mahakuasa di sebuah penerbangan pesawat. Interaksi keduanya mendadak lumer setelah Anya mengalami "insiden kecil" gara-gara panik mencari salah satu barang bawaannya. ...
Review Film Indonesia | “Critical Eleven (2017)” Dari Mata yang Tidak Membaca Novelnya
#Film, #Home, Rating 8

Review Film Indonesia | “Critical Eleven (2017)” Dari Mata yang Tidak Membaca Novelnya

Critical Eleven (2017) di Ngepop tersedia dalam dua review terpisah: dari sudut pandang yang sudah membaca novelnya dan dari sudut pandang yang belum membaca novelnya. Tulisan ini adalah versi bukan pembaca novelnya. Critical Eleven menceritakan tentang pernikahan Ale (Reza Rahadian) dan Anya (Adinia Wirasti) yang dipertemukan semesta di pesawat. Kemudian secara aneh mereka menemukan kecocokan saat bersama-sama. Kejadian berikutnya, mereka: berpacaran, menikah, lalu memutuskan tinggal di New York, Amerika Serikat. Keduanya menuruti konsekuensi pekerjaan Ale yang bekerja di rig di benua itu. Selanjutnya, seperti yang ada di trailer: bayi Aidan di dalam kandungan Anya meninggal, lalu Ale dan Anya berhenti berkomunikasi. Sepertinya efek berhenti berkomunikasi inilah yang menjadi benang...
Review Film Indonesia | “Kartini (2017)” Menggambarkan R. A. Kartini dengan Sudut Pandang yang Masuk Akal
#Film, #Home, Rating 8.5

Review Film Indonesia | “Kartini (2017)” Menggambarkan R. A. Kartini dengan Sudut Pandang yang Masuk Akal

Mungkin penggambaran paling masuk akal tentang kepribadian dan perjuangan R. A. Kartini itu ada di dalam film Kartini yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Film ini dimulai dari Kartini (Dian Sastrowardoyo) yang dipaksa patuh pada batas antara bangsawan dan rakyat kecil. Aturan yang membuatnya berpisah dan memanggil ibunya dengan sebutan Nyi Ngasirah (Nova Eliza dan Christine Hakim). Kemudian lanjut dipingit untuk menjadi Raden Ayu, sebuah aturan yang mengharuskannya terus menerus berada di dalam rumah. Kurang apalagi? Tekanan batin yang dialami Kartini sudah cukup untuk membuatnya bertindak, kan? Kartini mencari kebebasan dengan membaca buku-buku. Dia lebih memilih membaca buku daripada belajar dandan seperti kakaknya, Soelastri (Adinia Wirasti). Dia pun mengajari Kardinah (Ayus...
Review Film | “Guardians of the Galaxy Vol. 2 (2017)” Beban Prekuel Terlalu Berat
#Film, #Home, Rating 8

Review Film | “Guardians of the Galaxy Vol. 2 (2017)” Beban Prekuel Terlalu Berat

Sekuel Guardians of the Galaxy memikul ekspektasi penonton yang tidak bisa dibilang ringan. Apalagi installment pertamanya memang banyak disebut sebagai salah satu film terbaik MCU. Tidak hanya karena kisahnya yang segar, Vol. 1 menjadi pembuktian bahwa Marvel memang ulung dalam hal menerjemahkan kisah dengan protagonis model keroyokan ke layar lebar. Pada Vol. 2, meski tetap menjadi sajian yang menghibur, tetapi penyajiannya tergolong kewalahan. Kali ini penonton diajak untuk mengikuti perjalanan Star-Lord dan geng Guardians of the Galaxy setelah menyandang gelar baru sebagai pahlawan. Mereka banyak menerima pekerjaan lepas untuk membasmi potensi kekacauan lintas galaksi. Reputasi mereka mendadak di ujung tanduk setelah Rocket (yang tidak mau disebut sebagai rakun) ketahuan mencuri be...
Review Film Indonesia | “Galih dan Ratna (2017)” Menyenangkan Meski Kontradiktif
#Film, #Home, Rating 8

Review Film Indonesia | “Galih dan Ratna (2017)” Menyenangkan Meski Kontradiktif

Apalah film percintaan remaja tanpa adanya perjumpaan semanis kembang gula. Lucky Kuswandi melalui hasil interpretasi modern atas Gita Cinta dari SMA berjuluk Galih & Ratna berhasil menyajikannya. Meski begitu, pergulatan batin film ini justru terletak pada kontradiksi relasi internal-eksternal narasinya. Film ini berkecimpung di kehidupan satu laki-laki bernama Galih dan seorang perempuan yang biasa dipanggil Ratna. Keduanya bertemu di SMA. Yang cukup menjadi pembeda, justru sorotan dinamika perjalanan mereka bergerak di luar sekolah. Sebabnya, keluarga Galih memiliki sebuah toko kaset tua yang oleh ibunya berusaha dijual, sedangkan Galih mati-matian mempertahankannya. Mencoba menangkap tren “hipster” era sekarang, pertemuan Galih dengan Ratna seolah melahirkan kembali popularitas...
Review Film Indonesia | “Dear Nathan (2017)” Chemistry yang Hidup
#Film, #Home, Rating 8

Review Film Indonesia | “Dear Nathan (2017)” Chemistry yang Hidup

Siapa bilang sinema Indonesia pemainnya itu-itu saja? Di film-film tipe khusus (biopik, franchise besar, dan sekelasnya) memang nama-nama yang muncul cuma serasa bongkar pasang. Namun, kalau mau lebih bijak, coba tengok film-film coming of age yang diproduksi. Di sinilah ceruk regenerasi tumbuh dan berkembang; dan agaknya di genre inilah penemuan talenta baru berbakat berada di jalur yang benar. Dear Nathan semakin meneguhkan hal itu. Pembukanya memperlihatkan Salma yang telat masuk sekolah--dan pagarnya telah dikunci--karena dia berjiwa mulia dengan menolong seorang bapak yang tuna netra menyeberang jalan terlebih dahulu. Dia telat tidak sendirian, tiba-tiba muncul Nathan, cowok SMA yang hobi ngajak ribut dan berkelahi. Waktu itu, ternyata pelipis Nathan terluka. Salma refleks mem...
Review Film | “Beauty and the Beast (2017)” Magical nan Dewasa
#Film, #Home, Rating 9

Review Film | “Beauty and the Beast (2017)” Magical nan Dewasa

Live-action Disney tidak bisa dianggap cuma sebagai formalitas mengikuti trend, apalagi cuma disebut sebagai filler. Itu adalah penghinaan. Karya teranyarnya, live-action Beauty and the Beast sangat menampakkan kesungguhan studio berlogo kastil ini untuk memboyong realitas magical ke dunia nyata. Disney mampu merebut hati saya dengan begitu fasih. Film ini berkisah tentang seorang pangeran congkak yang dikutuk menjadi makhluk buruk rupa dan seorang gadis cantik (Belle) yang dianggap aneh di desanya karena terliterasi. Cerita berjalan progresif ketika ayah dari Belle terjebak hujan badai dan ada petir yang menumbangkan pohon besar sehingga menutupi rute pulang. Dia berinisiatif memasuki jalan baru yang terbuka--yang sebelumnya tertutupi pohon yang kemudian tumbang. Ternyata, dia justru ...