Tuesday, July 23

#Home

Review Film Indonesia | “Istirahatlah Kata-Kata (2016)” Wiji Thukul yang Manusia Biasa
#Film, #Home, Rating 8.5

Review Film Indonesia | “Istirahatlah Kata-Kata (2016)” Wiji Thukul yang Manusia Biasa

Segarang-garangnya citra seseorang, mereka tetaplah orang, bagian dari entitas manusia. Yang antara takut dan nekat kadang tidak kenal alokasi ruang dan waktu. Yang antara provokatif dan sekadar jujur pada diri sendiri kadang beda efek karena faktor tafsir orang lain beda-beda. Itulah sosok Wiji Thukul yang dibawa oleh karya sinema berjuluk Istirahatlah Kata-Kata garapan Yosep Anggi Noen. Istirahatlah Kata-Kata menyoroti seorang Wiji Thukul yang mesti berpindah-pindah tempat persembunyian sejak tahun 1996. Namanya masuk dalam daftar DPO karena menjadi bagian dari Partai Rakyat Demokratik yang saat itu keberadaannya melanggar Undang-Undang, sekaligus karena puisi-puisinya dianggap bertanggungjawab memprovokasi massa untuk menggulingkan rezim Soeharto, Orde Baru. Wiji yang kemudian memil...
Review Film | “Hidden Figures (2016)” Tidak Ada Mayor Tanpa Minor
#Film, #Home, Rating 8.5

Review Film | “Hidden Figures (2016)” Tidak Ada Mayor Tanpa Minor

Seyakin pose tiga perempuan di posternya, Hidden Figures tampil percaya diri dan stabil. Meskipun membawa frasa yang cukup berat: “untold story”, tetapi film ini lewat penanganan Theodore Melfi memilih jalur alternatif dengan mengisahkan perjalanan para tokoh sentralnya di sirkuit ringan. Kita bisa dengan mudah dibuat tersenyum, geram, tertawa, dan beberapa kali terharu-merinding di momen-momen yang memang “perlu” diganjar impresi tersebut. Film ini berlatar tahun 60-an dengan karakter utamanya adalah tiga orang perempuan ras kulit hitam: Katherine, Dorothy, dan Mary. Mereka memiliki kecerdasan saintifik di atas rata-rata. Namun, berada di periode ini, masyarakat kulit hitam masih dimarjinalkan. Ada pengkotak-kotakan fasilitas berdasarkan warna kulit. Tak terkecuali di lembaga keilmuan...
Review Film | “La La Land (2016)” Los Angeles dan Balon-Balon Asa
#Film, #Home, Rating 9.5

Review Film | “La La Land (2016)” Los Angeles dan Balon-Balon Asa

Berbekal tumpukan asa dan segepok attitude, La La Land punya paket lengkap untuk disebut sebagai film motivasi. Perpaduan apik antara jazz dan dunia seni itu sendiri. Mengawali perjalanan berdurasi dua jam lebih sedikit, penonton disambut oleh visual kemacetan di Los Angeles (LA). Di sini pulalah awal pertemuan Mia dan Sebastian terjadi, meski impresinya kurang mengenakkan. Mia adalah seorang perempuan yang ingin mengejar mimpinya sebagai seorang aktris. Sedangkan Sebastian adalah seorang pianis jazz kaki lima yang beraspirasi memiliki kelab sendiri supaya bisa menghidupi musik yang dicintainya. Selanjutnya mereka berdua secara tidak terduga selalu kembali dipertemukan oleh semesta. Pertemuan-pertemuan yang efektif memompa stamina keyakinan diri untuk terus bekerja keras menebus cita-cita...
#SpectacularTen 10 Film Indonesia Terbaik 2016 (Bagian 2)
#Home, SpectacularTen

#SpectacularTen 10 Film Indonesia Terbaik 2016 (Bagian 2)

Setelah melewati 2016, kita semakin diyakinkan bahwa film Indonesia memiliki dua waktu pesta pora: lebaran dan akhir tahun. Selain karena biasanya jadwal rilis keroyokan—jedanya tidak berselang lama—jumlah raupan penontonnya pun bisa dibilang masif. Namun begitu, fakta ini juga tidak bisa dijadikan patokan seutuhnya. Toh ada juga film yang rilis September yang akhirnya bertengger di urutan pertama film paling laris Indonesia sepanjang masa. Yang jelas, jangan sampai kita berpatokan bahwa film yang banyak penontonnya berarti film bagus, belum tentu. Terlalu banyak variabel yang terlibat. Daftar penerima label terbaik sudah dibuat, rentang periodenya antara 30 Desember 2015 hingga 30 Desember 2016. Bagi kamu yang belum membaca tulisan bagian satu, silakan klik gambar di bawah untuk ...
#SpectacularTen 10 Serial TV Terbaik 2016 (Bagian 2)
#Home, SpectacularTen

#SpectacularTen 10 Serial TV Terbaik 2016 (Bagian 2)

Kalau kamu mengikuti ulasan yang ditulis di ngepop, pasti familiar dengan frasa: serial TV sudah tidak sederhana. Dan itu dibuktikan dengan gerombolan yang berhasil masuk di 10 besar daftar terbaik 2016. Ada yang dari luaran nampak sederhana, tetapi kalau mau melongok sedikit lebih dalam, sebenarnya ada untaian kehidupan yang mendalam. Agaknya kondisi ini memang sengaja mengajari kita untuk tidak hanya melihat sesuatu secara sekilas, lihat lagi dan kita akan menemukan hal lain yang bisa sangat mind-blowing. Bagi kamu yang belum membaca bagian satu, silakan klik gambar di bawah untuk melihat urutan 10 sampai ke enam. Melanjutkan tulisan sebelumnya, berikut tersapa bekerjasama dengan ngepop sajikan daftar serial terbaik #SpectacularTen 2016 urutan ke lima sampai pemuncak! 0...
Review Film Indonesia | “Cek Toko Sebelah (2016)” Menjamu Kemapanan
#Film, #Home, Rating 8

Review Film Indonesia | “Cek Toko Sebelah (2016)” Menjamu Kemapanan

Sementera Ernest semakin layak digelari "pencipta" karakter sidekick yang handal--sejak dari Ngenest lewat Patrick (Morgan) dan sekarang Yohan (Dion)--fokus Cek Toko Sebelah justru terdistorsi oleh obsesi subplot keroyokannya. Kali ini penonton diajak untuk mengikuti sepotong perjalanan Erwin dan kakaknya, Yohan. Mereka berdua adalah anak dari Koh Afuk, pemilik toko kelontong keturunan Cina. Karena si ayah semakin sering sakit-sakitan, toko ingin diwariskan ke salah satu anaknya. Erwin-lah yang ditunjuk, sedangkan dia sedang memiliki karier kantoran yang cemerlang. Yohan yang bekerja sebagai seorang fotografer tidak bisa berbuat banyak--padahal dia ingin mewarisi usaha keluarganya itu--dia semakin merasa kerdil di mata keluarga sejak sang ibu meninggal. Selanjutnya, keputusan dengan berba...
Review Film Indonesia | “The Professional (2016)” Untung Tidak Bebal Logika
#Film, #Home, Rating 8

Review Film Indonesia | “The Professional (2016)” Untung Tidak Bebal Logika

Film model heist itu formulatik. Tidak berarti gampang dibikin, malahan potensi cacat logikanya lebih riskan. Substansi The Professional tampil menyenangkan dan mengesankan, terlepas dari keterbatasan-keterbatasan teknikalnya. Film garapan Affandi Abdul Rachman ini berkisah tentang Abi yang mesti mendekam di penjara karena diseting oleh Reza, pesaing bisnisnya. Sekian waktu berselang, dia akhirnya keluar dari jeruji besi dan berencana melakukan balas dendam dengan cara merampok aset milik Reza. Motifnya sederhana, bukan melulu tentang materi, tetapi supaya Reza merasakan derita. Perjalanan tidak mudah, sebab keduanya sama-sama lihai bermain strategi. Sebagai sebuah sajian aksi-laga, film garapan MNC ini berada di jalur yang tepat. Dia berfase cepat dan perhatian atas detailnya cuku...
Review Film | “Arrival (2016)” Klenik atau Ilmiah?
#Film, #Home, Rating 9.5

Review Film | “Arrival (2016)” Klenik atau Ilmiah?

Kalau seumpama Arrival diadaptasi di Indonesia, kemungkinan besar terma "cenayang" atau "dukun" akan ikut nebeng di judulnya. Namun karena ini adalah buah karya Hollywood asal Amerika, pesan klenik pun harus dibalut sesains mungkin. Untuk melakukannya, tak tanggung-tanggung film ini menjadikan linguistik dan sains sebagai duta utama demi mengikis ego chauvinisme. Film ini berkisah tentang Louise, seorang ahli bahasa yang kebetulan harus kembali berurusan membantu pemerintah. Kali ini tugasnya bukan lagi menerjemahkan "siasat" intelijen berbahasa asing, tetapi melakukan komunikasi dengan alien yang tiba-tiba mampir ke bumi--kehadiran mereka mengakibatkan gelombang kepanikan dan ketakutan di masyarakat. Mereka--alien itu--tidak cuma berada di satu tempat. Mereka menunggangi "kendaraan" be...
Break (plus Kumpulan Screenshot) | Demam “OM TELOLET OM” Mendunia, Respons Para DJ Bikin Ngakak
#Home, #Insights

Break (plus Kumpulan Screenshot) | Demam “OM TELOLET OM” Mendunia, Respons Para DJ Bikin Ngakak

Hype apa yang paling terasa di jagat maya paling tidak sejak kemarin malam (20/12) hingga pagi ini (21/12)? Ya, frasa "OM TELOLET OM". Kalimat absurd tersebut membanjiri semua lini masa media sosial. Dari yang semi privat semacam Path, Snapchat, dan Line, hingga semi publik sebut saja Twitter dan Instagram. Yang membuat fenomena ini menjadi sangat hype apa lagi kalau bukan "spam" netizen asal Indonesia di berbagai akun resmi para pesohor hiburan dunia--YouTuber, DJ, hingga pelakon Hollywood. Dan gayung bersambut, mungkin karena tergelitik atau pun gerah dibombardir komentar, para public figure itu pun menuruti titah netizen dengan merespons "OM TELOLET OM". Layaknya fenomena viral lainnya, sumber pertama "OM TELOLET OM" susah dilacak. Fenomena ini menjadi cukup hits setelah di YouTu...