#Home

Review Film | “Pacific Rim: Uprising (2018)” Lubang Narasi Di Mana-Mana
#Film, #Home

Review Film | “Pacific Rim: Uprising (2018)” Lubang Narasi Di Mana-Mana

Pacific Rim Uprising bercerita pada masa sepuluh tahun setelah bridge ditutup. Manusia berusaha mengembalikan kehidupannya di antara tulang belulang Kaiju. Masalah muncul sebab Kaiju menemukan celah untuk kembali ke bumi. Jika keputusan menonton diambil karena ingin melihat Jaeger yang tampak gagah, itu keputusan baik. Memang teknologi Jaeger yang digambarkan dalam Pacific Rim Uprising masih sama seperti dulu, bahkan lebih ekspresif. Gerak Jaeger lebih lincah, senjata yang digunakan lebih masuk akal (bukan kepalan tangan dan tembakan saja), dan warnanya lebih menarik. Jadi ada kesan setiap Jaeger memiliki karakternya sendiri. Namun jika datang untuk menikmati jalan cerita filmnya, sebaiknya tanggalkan ekspektasi tinggimu. Mulai dari urgensi pembuatan sekuel film saja, rasanya tidak...
Review Film Indonesia | “Love for Sale (2018)” Ternyata Cinta Ada di Luar Zona Nyaman
#Film, #Home, Rating 9

Review Film Indonesia | “Love for Sale (2018)” Ternyata Cinta Ada di Luar Zona Nyaman

Love for Sale bercerita tentang Richard, seorang laki-laki pemilik sebuah percetakan tua. ‘Sendirian’ dan pemarah. Kesehariannya itu-itu saja: bangun tidur sambil garuk-garuk badan, memberi makan Kelun--kura-kura kesayangannya--lalu mengontrol kerja karyawan seharian, kemudian malamnya ketiduran saat menonton TV. Terkadang Ia menghabiskan malam dengan teman-temannya, nonton bola di suatu kafe. Rutinitas yang terasa sepi--sangat terasa sepi bahkan meski saya hanya duduk sebagai penonton--ini terusik ketika Ia ditantang teman-temannya untuk membawa pasangan ke resepsi pernikahan. Yang lainnya taruhan pakai uang, khusus untuk Richard disuruh bayar pakai harga diri. Begitulah jalan ceritanya sampai Ia menemukan Love Inc. dan tinggal bersama Arini selama 45 hari. Ide cerita film ini asy...
Bagaimana The Academy Awards Memilih Pemenang Best Picture? Pelajari Sistem Pemilihan Best Picture Oscars! (Penjelasan Lengkap tentang Preferential Ballot)
#Film, #Home, Awards

Bagaimana The Academy Awards Memilih Pemenang Best Picture? Pelajari Sistem Pemilihan Best Picture Oscars! (Penjelasan Lengkap tentang Preferential Ballot)

Tulisan ini sudah selesai ditulis sejak penyelenggaraan Oscars 2017 selesai tahun lalu. Namun, karena satu dan lain hal, saya menunda untuk mengunggahnya. Kini, pembahasan ini sudah bisa dibaca di Ngepopcom, di hari yang sama dengan perayaan The Academy Awards ke-90. Happy Oscars Day! The Academy Awards atau Oscars menganut sistem preferential ballot. Sistem ini berbeda dengan sistem voting multi-pilihan yang umum kita tahu. Pada kasus Oscars, terutama dengan adanya lebih dari lima nomine Best Picture, pemilik jumlah suara terbanyak di perhitungan awal tidak bisa langsung menang. Kecuali, perolehannya langsung tembus 50% dari total kertas suara yang terpakai. Gambarannya seperti ini: Oscars 2017 memiliki sembilan nomine Best Picture. Setelah daftar nomine terungkap, The Academy mem...
Catatan Film | “Black Panther (2018)”, Selebrasi Kultural, dan Realitas Alternatif yang Menggetarkan
#Film, #Home, Rating 10

Catatan Film | “Black Panther (2018)”, Selebrasi Kultural, dan Realitas Alternatif yang Menggetarkan

Meski glamor, Black Panther sebagai film tetaplah sebuah presentasi yang rendah hati. Ada dua alasan mengapa review kali ini tidak berwujud reguler, melainkan catatan (seperti format yang biasa saya gunakan ketika mengulas serial). Sebab pertama, jelas karena Black Panther berhasil menjadi sebuah film yang bagus, baik secara kemasan maupun substansi. Urgensi kedua karena saya tergelitik dengan sekian selentingan yang sempat terlihat di media sosial (terutama twitter) beberapa waktu lalu berkait Black Panther, bahkan ketika filmnya saja belum dirilis. Dengan parafrase, kurang lebih konten yang oknum netizen sampaikan berbunyi begini, "Orang-orang kulit hitam begitu mengelu-elukan film Black Panther sebagai black empowerment, tapi sadarkah mereka bahwa para eksekutif di studionya adalah ...
Resensi Buku | Remaja Sang “Pemeran Patah Hati”
#Home, Buku

Resensi Buku | Remaja Sang “Pemeran Patah Hati”

“Tapi, dunia ini luas. Tidakkah patah hatimu ‘kan terobati?” –halaman 7. Persis seperti judulnya, novel ini berkisah tentang rasanya patah hati. Tapi, sebetulnya tak hanya tentang patah hati juga, melainkan juga berkisah tentang persahabatan, persaudaraan, dan kebalikan dari patah hati, yakni jatuh cinta. Persahabatan antara Ever dengan Yosinta. Persaudaraan antara Enko dengan Ode. Jatuh cinta antara murid dengan guru dan patah hati atas cinta yang bertepuk sebelah tangan maupun terkhianati oleh sahabat sendiri. Anyway, sebetulnya saya agak kesulitan untuk menuliskan sinopsis dari cerita ini. Sebabnya, antara satu tokoh dengan tokoh lainnya saling memiliki hubungan yang kalau saya menuliskannya, menurut versi saya, bisa-bisa akhir cerita malah terbongkar. Akan tetapi, intin...
Resensi Buku | “Glamo Girls” Berjiwa Sosial Tinggi
#Home, Buku

Resensi Buku | “Glamo Girls” Berjiwa Sosial Tinggi

 “Boleh jadi, dulu mereka termasuk siswi yang pemilih dalam berteman. Tapi, kita tak boleh menghakimi kesalahan itu seumur hidup karena pada hakikatnya, setiap detik waktu akan membawa perubahan. Begitu juga dengan Glamo Girls.” – halaman 197. Saya pikir kutipan di atas cukup representatif untuk memberikan sedikit gambaran tentang isi cerita dalam novel dengan sampul berwarna hijau ini, Glamo Girls. Sepulangnya Gina, Lala, dan Monik, dari mengikuti bakti sosial di Pulau Sabira, kepribadian mereka sedikit banyak ikut berubah. Bagusnya, perubahan pada diri mereka menuju ke arah yang positif. Mereka tak lagi mengadopsi gaya hidup membuang-buang uang, memilih-milih dalam berteman, dan tak peduli pada lingkungan sekitar. Awal terdamparnya mereka di Pulau Sabira sendiri bermula a...
Resensi Buku | “Penggores Kenangan” Antara Kia dan Wira
#Home, Buku

Resensi Buku | “Penggores Kenangan” Antara Kia dan Wira

“Hidupmu harus bisa kayak stasiun ini. Biarpun kereta satu datang dan berhenti, kamu tetap bakal berdiri tegar waktu kereta itu pergi. Siap buat nerima kereta selanjutnya. Siap ditinggal lagi. Tapi, selalu yakin bakal ada yang datang lagi.” – halaman 221. Sudah tiga tahun berlalu dan selama itu pula Tante Dani tak pernah menyetujui jika sang anak, Wira, berpacaran dengan Kia yang disleksia. Akan tetapi, ketidaksetujuan sang ibu tak membuat Wira putus asa dan mengakhiri hubungannya dengan Kia. Berdua, mereka tetap mempertahankan hubungannya dengan harapan suatu hari nanti sang ibu merestui hubungan mereka... dan benar saja. Setelah Wira mengalami kecelakaan, sang ibu tiba-tiba menerima Kia sebagai pacar anaknya. Namun, ada suatu hal tersembunyi yang tak diketahui oleh Kia. S...
Review Film Indonesia | “Dilan 1990 (2018)” Ruang Interaksi Itu Begitu Hangat
#Film, #Home, Rating 8.5

Review Film Indonesia | “Dilan 1990 (2018)” Ruang Interaksi Itu Begitu Hangat

Dilan sebagai sebuah film adalah keramahan. Di installment 1990-nya ini, kita disuguhi pengisahan yang sederhana, tidak neko-neko, tapi tetap efektif sekaligus hangat berkat chemistry lumer kedua penggawa utama: Iqbaal dan Vanesha sebagai Dilan dan Milea. Film ini diceritakan dari sudut pandang Milea dewasa. Sendiri di kamar apartemennya, dia mulai menuliskan kembali kenangan di masa lalu. Masa ketika dia pertama kali berjumpa degan seorang bocah SMA tengil, pentolan geng sekolah, tapi juga sosok nan puitis bernama Dilan. Agresivitas dan kepercayaan diri seorang Dilan untuk mengejar cinta Milea menjadi pasak utama narasinya. Dengan formula pendekatan yang seolah sudah terukur dengan begitu masak (lengkap dengan manajemen risikonya), interaksi keduanya sepanjang durasi berjalan menyenan...
Review Film | “Along with the Gods: The Two Worlds (2017)” Reinkarnasi Kontemporer
#Film, #Home, Rating 7

Review Film | “Along with the Gods: The Two Worlds (2017)” Reinkarnasi Kontemporer

Menyoal perjalanan terjal di rangkaian pengadilan akhirat menyongsong reinkarnasi, Along with the Gods: The Two Worlds menjalani rutenya dengan penuh perjuangan pula. Sekali waktu berhasil dengan teramat baik, di lain bagian harus menenggak pil kebingungan. Film ini berkisah tentang Ja Hong yang seketika meninggal (terjatuh) sewaktu bertugas menyelamatkan seorang anak yang terjebak di kebakaran gedung bertingkat. Sebagai seorang petugas pemadam kebakaran yang penuh dedikasi dan tanpa pamrih, dia lalu dijemput dengan suka ria oleh dua pengawal akhirat. Penyebabnya tidak lain karena dia dianggap oleh para pengawal tersebut sebagai arwah seorang suri tauladan. Jenis arwah limited edition yang memperoleh golden ticket sehingga proses reinkarnasinya lebih cepat terjadi. Dari sinilah, pengadila...