Saturday, May 9

#Home

Review Film Indonesia | “Surat dari Praha (2016)” Menjenguk Eksil
#Film, #Home, Rating 8

Review Film Indonesia | “Surat dari Praha (2016)” Menjenguk Eksil

  Di penghujung durasi Surat dari Praha saya langsung berujar: mengapa tidak dibuat full musikal sekalian? Film ini berkisah tentang Laras, anak tunggal, yang mendapatkan warisan dari ibunya namun dengan syarat harus bertemu seseorang di Praha dan menyerahkan sebuah kotak kayu berisi tumpukan surat beserta sebuah surat balasan. Perjalanannya untuk memperoleh tanda terima kotak tersebut tidak mudah. Jaya, orang yang dimaksud, menolak untuk menerimanya dan menghardik Laras supaya langsung pergi. Naas, di perjalanan pulang pasca diusir, Laras dirampok oleh supir taksi yang dinaikinya. Dia tidak punya pilihan lain selain kembali lagi ke kediaman Jaya. Laras kemudian menemukan banyak hal mengejutkan lewat perjalanan sosok Jaya, yang ternyata adalah salah seorang warga eksil. Surat d...
Review Film Indonesia | “Siti (2014)” Instant Classic!
#Film, #Home, Rating 8.5

Review Film Indonesia | “Siti (2014)” Instant Classic!

  Lewat perpaduan aspect-ratio 4:3, hitam-putih, kehidupan sebuah keluarga pesisir pantai, tokoh sentral seorang perempuan, serta sayatan scorring jujur tak berkesudahan, Siti menohok dengan amat dalam sepanjang durasi. Kekuatan terbesar dari karya visual layar lebar ini adalah permainan emosi yang dilemparkan oleh para karakternya. Tidak hanya monopoli Siti. Siti berkisah tentang seorang perempuan yang kepepet keadaan. Kehidupan keluarganya pontang-panting pasca sang suami lumpuh akibat kecelakaan sewaktu melaut. Kapalnya ikut pupus, padahal hutang pembelian kapal belum lunas. Sehari-hari, Siti tinggal bersama suami, ibu mertua, dan anak laki-lakinya yang masih SD. Posisi sulit itu menyebabkannya terhimpit masalah finansial yang akhirnya membuka gerbang ke jalan entitas wanita pen...
Review Film Indonesia | “Ngenest (2015)” Penerimaan Rasial
#Film, #Home, Rating 9.5

Review Film Indonesia | “Ngenest (2015)” Penerimaan Rasial

Faktanya, film dengan tema sensitif hanya akan berhasil kalau dibuat langsung oleh orang dalam. Artinya, proses panjang yang dilalui haruslah disupervisi langsung oleh entah itu pelaku atau korbannya. Dan Ngenest mampu tampil seepik ini karena tangan Ernest berada langsung di belakang kemudi. Isu rasial bisa dimaklumi bahkan ditertawakan bersama sejak awal hingga pamungkas durasi. Inti pertama: tagline Ngenest tidak bohong.   Film Ngenest diadaptasi dari novel trilogi Ngenest karya Ernest Prakasa. Pengisahan yang ada di dalamnya terinspirasi langsung oleh pengalaman hidupnya sebagai keturunan Cina. Cina mungkin tidak akan mendapat posisi sulit apabila berlatar Malaysia atau Singapura. Sayangnya di Indonesia, etnis Cina berada di posisi yang serba salah. Cuci otak orang Indo...
Review Film | “Spotlight (2015)” Ketika Media Bongkar Pemufakatan Jahat
#Film, #Home, Rating 10

Review Film | “Spotlight (2015)” Ketika Media Bongkar Pemufakatan Jahat

Dengan bentuk kejahatan yang sama namun konteks yang berbeda—kasus paedofil dan kekerasan seksual—Spotlight sungguh relevan untuk menampar Indonesia. Ini adalah film yang penting, sangat penting. Ketika masih banyak permasalahan krusial—tidak hanya kekerasan seksual--yang menyangkut keselamatan dan keamanan masyarakat justru ditutup-tutupi. Usaha “pemufakatan jahat” itu pada banyak hal justru berimbas pada semakin mengerikannya masa depan sekian banyak generasi dunia. Ancamannya lebih serius: traumatis. Latar Spotlight adalah 2001. Editor Marty Baron dari The Boston Globe memberikan tugas kepada tim jurnalis investigasi yang bernama Spotlight untuk melakukan investigasi terhadap John Geoghan. Geoghan yang seorang pendeta diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap 80 anak laki-la...
Resensi Buku | “Indiepreneur” Mengubah Pola Pikir Pekarya
#Home, Buku

Resensi Buku | “Indiepreneur” Mengubah Pola Pikir Pekarya

  Judul: Indiepreneur | Penulis: Pandji Pragiwaksono | Penerbit : Bentang Pustaka | Cetakan : I, Juni 2015 | Tebal: 254 halaman | Harga: Rp 69.000 |ISBN : 978-602-291-108-1 Setelah buku “Berani Mengubah” diterbitkan pada 2012, Pandji Pragiwaksono kembali menelurkan sebuah buku berjudul “Indiepreneur”. Sebenarnya, buku ini bukan karya Pandji yang benar-benar baru. Sebelum diterbitkan oleh Penerbit Bentang Pustaka pada Juni 2015, ia telah merilis Indiepreneur versi e-book secara gratis pada  pertengahan 2014 lalu. Pandji dikenal sebagai seorang seniman serba bisa. Ia menjalani profesi sebagai penyiar radio, penyanyi rap, aktor, presenter dan penulis. Pandji juga dikenal sebagai salah satu tokoh yang berhasil mempopulerkan stand up comedy di Indonesia. Berbekal pengalaman tersebut, ...
Review Film | “Minions (2015)” Menonton, Tertawa, Lalu Pulang
#Film, #Home, Rating 7

Review Film | “Minions (2015)” Menonton, Tertawa, Lalu Pulang

Setelah sukses dengan sekuel Despicable Me dan rentetan film pendeknya, Pierre Coffin mencoba mengambil kesempatan lagi untuk merajai tangga box office. Minions yang digarap berdasarkan tokoh minion dalam Despicable Me, dibentuk sedemikian rupa menjadi tokoh utama dalam film prekuel ini. Beruntung minion menjadi favorit banyak penonton hingga muncul sebagai tokoh dalam garapan storyline baru. Tak ayal bila Pierre mampu dengan mantap menggandeng Sandra Bullock (Scarlet Overkill) yang digadang-gadang sebagai tokoh penting dalam film ini. Tak diragukan lagi mengapa minion selalu dielu-elukan sebagai makhluk yang imut, bukti kelucuannya sama sekali tidak berkurang dari yang lalu-lalu. Penonton mampu dihipnotis untuk mengikuti alur yang meliuk dengan humor yang tidak receh. Tidak pasaran,...
Review Film | “Mad Max: Fury Road (2015)” Harapan adalah Kesalahan
#Film, #Home, Rating 10

Review Film | “Mad Max: Fury Road (2015)” Harapan adalah Kesalahan

Harapan adalah sebuah kesalahan. Ya, menjadi kesalahan sebab apabila di kemudian hari kita tidak bisa memperbaikinya, hanya akan membuat gila. Mad Max: Fury Road adalah pemenang yang bahkan muncul terlalu cepat. Warner Bros memilih tengah tahun sebagai waktu yang dikira tepat untuk merilisnya. Dan keputusan itu justru merupakan nilai plus tersendiri, yang menjadikan para penikmat film pun lebih cepat dalam menghilangkan rasa dahaga. Premisnya sederhana: post-apocalypse, pemberontakan, pencarian harapan baru atas kerusakan, perebutan kekuasaan. Akan tetapi, kesederhanaan itu telah berhasil dibungkus dengan elegan sejak sequence awal. Fury Road memang gersang di mana-mana. Namun secara kuantitas dan kualitas film ini memiliki terlalu banyak oasis. Yang karena saking banyaknya, penont...
Resensi Buku | “Pulang” A Return and An Exodus
#Home, Buku

Resensi Buku | “Pulang” A Return and An Exodus

Judul: Pulang | Penulis: Leila S. Chudori | Penerbit: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) | Cetakan ke-5, September 2014 | Jumlah Halaman: viii + 461 | ISBN: 978-979-91-0515-8 “Ayah adalah seorang Ekalaya. Dia ditolak tapi dia akan bertahan meski setiap langkahnya penuh jejak darah dan luka.” – Lintang Utara, halaman 197. Seorang Dosen Sosiologi Universitas Negeri Jakarta, Robertus Robet, mengatakan bahwa kata “pulang” dari novel ini –yang mana juga menjadi judul, dapat diartikan sebagai “a return” maupun “an exodus”. A return –pulang dalam artian sebenarnya, yang mana dikehendaki oleh Dimas Suryo, dan an exodus –sebuah petualangan atas tanah yang sama sekali belum dimengerti, bagi Lintang Utara. Dan saya pribadi, tentu sangat setuju dengan pendapat tersebut. Saya pikir pendapat yang di...
Resensi Buku | “Amba” 41 Tahun Menunggu dan Mencintai Hantu
#Home, Buku

Resensi Buku | “Amba” 41 Tahun Menunggu dan Mencintai Hantu

Judul: Amba | Penulis: Laksmi Pamuntjak | Penerbit: Gramedia Pustaka Utama | Cetakan ke-4 (edisi baru), Oktober 2013 | Jumlah Halaman: 577 | ISBN : 978-979-22-9984-7 “... Bertahun-tahun aku menunggu, nggak pernah paham mengapa ia menghilang, tak pernah paham apa yang terjadi pada Bhisma, atau bagaimana ia sampai ke pulau ini, atau apakah ia masih hidup, dan kalau ia mati bagaimana ia mati, mengapa dia nggak kembali ke aku ketika ia punya kesempatan tahun ’79, mengapa selama 41 tahun aku menunggu dan mencintai hantu.” – Amba, halaman 455. Kutipan di atas sedikit banyak telah menggambarkan inti cerita pada novel ini. Dengan mengambil latar belakang sejarah, novel ini mengisahkan cerita cinta dan hidup seorang Amba Kinanti. Amba yang merupakan anak sulung dari seorang guru di Kadipura. Se...