#Film

Review Film | “Deepwater Horizon (2016)” Mereka Kejadian Pemacu Adrenalin
#Film, #Home, Rating 8

Review Film | “Deepwater Horizon (2016)” Mereka Kejadian Pemacu Adrenalin

Di kehidupan materialistis, pundi-pundi besar yang dikantongi pasti berbanding lurus dengan risiko yang mesti dihadapi. Sama halnya dengan fenomena banyak orang yang berbondong-bondong ingin masuk ke berbagai jurusan teknik di perguruan tinggi karena faktor pendapatan. Satu hal yang perlu diingat, belajarlah dari kejadian Deepwater Horizon. Di kondisi seaman apa pun, intaian insiden tetaplah eksis. Film ini berkisah tentang kegiatan para pekerja kilang minyak lepas pantai yang bernama resmi Deepwater Horizon. Deepwater Horizon memperoleh penghargaan di bidang keselamatan kerja selama tujuh tahun berturut-turut. Kondisi ini sangat membanggakan. Hingga suatu waktu dengan jeda teramat singkat, terjadi insiden meledaknya bor kilang minyak karena keteledoran. Insiden terburuk sepanjang seja...
Review Film Indonesia | “Athirah (2016)” Cantik dalam Heningnya
#Film, #Home, Rating 8.5

Review Film Indonesia | “Athirah (2016)” Cantik dalam Heningnya

Ada selentingan umum berbunyi begini: film paling sulit dibikin adalah yang bergenre komedi. Tidak sepenuhnya salah, dan pada banyak kasus memang terjadi demikian. Namun di Indonesia, kasusnya lain: film paling sulit dibikin adalah yang bergenre biografi. Athirah masuk ke segolongan “elite” film biografi yang berhasil. Film ini bisa mengontrol egonya sehingga mampu mengail empati tanpa harus mengemis-ngemis. Film ini berkisah tetang kehidupan rumah tangga seorang Athirah. Mengambil latar tahun 50-an hingga 60-an di Bone dan Makassar, keluarganya harus mengalami sandungan. Sang suami main mata dan selingkuh dengan wanita lain. Di guliran durasi selanjutnya, film ini menampakkan usaha dan goncangan batin yang dilalui Athirah--serta anak-anaknya terutama Ucu--untuk menyelamatkan biduk ru...
Review Film | “Kubo and the Two Strings (2016)” Menggumuli Ketidaksempurnaan
#Film, #Home, Rating 9

Review Film | “Kubo and the Two Strings (2016)” Menggumuli Ketidaksempurnaan

Seumpama manusia, Kubo and the Two Strings adalah tipe orang yang sudah mengenal dia siapa dan tujuan hidupnya mau ke mana. Ketika aspek intrapersonal ini sudah sangat kuat, apa pun keputusan yang diambil tidak lagi menakutkan. Film ini sangat percaya diri menunjukkan pada penonton: ketidaksempurnaan itu sempurna. Kubo and the Two Strings bercerita tentang sang tokoh utama bernama Kubo. Dia adalah anak lelaki dari seorang Pria Ksatria dan seorang wanita yang sengaja saya rahasiakan identitasnya. Kubo selalu diburu oleh sang kakek--dibantu oleh saudari ibunya--untuk diambil bola matanya. Sewaktu bayi, satu bola matanya sukses raib. Setelah sudah lebih besar, Kubo tinggal bersama ibunya di sebuah daerah antah-berantah. Kronologi jadi kacau setelah Kubo tidak sengaja melanggar pesan sang ib...
Review Film | “The Preppie Connection (2016)” Realisasi Ala-Ala
#Film, #Home, Rating 6

Review Film | “The Preppie Connection (2016)” Realisasi Ala-Ala

Buat milenial, apalagi yang tinggal di luar Amerika, The Preppie Connection adalah manifestasi dari kata "asing". Dan sebagai sebuah narasi yang mengangkat kisah berdasarkan jejak langkah masa lampau, sudah selayaknya film ini mampu mengonversikan ketidaktahuan penonton menjadi sebaliknya. Kabar baiknya, film ini bisa memperkenalkan. Namun, The Preppie Connection melakukan pendekatan personal yang keliru dalam adaptasinya. Film ini berkisah tentang seorang pemuda, Tobias alias Toby, yang memperoleh beasiswa di sebuah sekolah bergengsi. Itu merupakan angan-angan dari orangtua, terutama ibunya, sejak lama. Namun Toby tidak seantusias itu. Di hari pertama, dia sudah mengalami perlakuan tidak mengenakkan dari sekelompok teman satu pondokan--untungnya ada satu murid dari Kolombia yang selal...
Review Film | “Ghostbusters (2016)” Sampah
#Film, #Home, Rating 5

Review Film | “Ghostbusters (2016)” Sampah

Mencurigakan kalau ada penonton yang masih merasa baik-baik saja pasca menandaskan Ghostbusters. Film ini sungguh humiliating. Penghinaan bar-bar bagi para penontonnya. Gagal total. Paul Feig, sehat? Ghostbusters merupakan reboot dari film jadul berjudul sama. Film ini berkisah tentang sekelompok orang--kebetulan sekarang lead-nya diisi oleh empat perempuan--yang percaya akan adanya hantu. Entah sekadar percaya, pernah mengalami, maupun baru saja mengalami. Karena beroperasi di Amerika yang aliran positivisme dalam keilmuannya sangat kental, mereka tetaplah dituduh mengada-ada. Meski segala pirantinya seolah sudah menggunakan landasan fisis-matematis. Hingga suatu ketika, salah satu sesi pembuktian menumpahkan malapetaka di luar antisipasi. Sungguh, sungguh, dan sungguh gununga...
Review Film | “Train to Busan (2016)” Tertegun oleh Zombie Hibrida
#Film, #Home, Rating 8

Review Film | “Train to Busan (2016)” Tertegun oleh Zombie Hibrida

Berbekal atmosfer klaustrofobia, Train to Busan cukup berhasil menjaga ritme supaya terus mengintimidasi. Film ini serasa gabungan tipikal film zombie, representasi hantu khas Asia Timur, Contagion, dan Snowpiercer. Yang membuatnya lumayan menjengkelkan adalah banyaknya momen dramatisasi tipe tertegun. Pun karena terlalu asyik dalam membangun rasa tertekan, film ini justru lupa tentang alasan-alasan fundamental dalam plotnya. Train to Busan berkisah tentang seorang anak yang ingin berlibur ke Busan. Sang ayah--petinggi perusahaan--sudah lama berjanji untuk mewujudkannya namun selalu berakhir di janji karena sibuk pada pekerjaan. Kali ini keinginan si anak jadi kenyataan. Mereka menggunakan kereta sebagai moda transportasinya. Secara tidak terduga di tengah perjalanan nampak kejadian an...
Review Film | “Pete’s Dragon (2016)” Keberanian Bocah Belia
#Film, #Home, Rating 7

Review Film | “Pete’s Dragon (2016)” Keberanian Bocah Belia

Dua ribu enam belas agaknya jadi tahun yang gemilang buat prolog film model kecelakaan mobil. Pete's Dragon tidak mau ketinggalan. Berharap ingin berpetualang, keluarga berisikan ayah, ibu, dan Pete yang masih belia harus mengalami kecelakaan naas. Setelah beberapa kali tampil dewasa, melalui film ini Disney kembali ke akarnya. Sebuah persembahan buat anak-anak. Film ini berkisah tentang Pete, bocah yang tertimpa kemalangan karena mobil yang ditumpangi bersama orangtuanya mengalami kecelakaan. Si mobil tergelincir dan terbalik di dalam hutan. Pete selamat. Dia selamat karena ditemukan oleh seekor naga berbulu hijau yang baik hati, Elliot. Semenjak itu, Pete adalah anak rimba. Sampai suatu hari, Pete melakukan tindakan yang membahayakan kehidupan si naga. Dahi penonton tidak akan dibua...
Review Film | “Sully (2016)” Jelmaan Dedikasi
#Film, #Home, Rating 9

Review Film | “Sully (2016)” Jelmaan Dedikasi

Manusia bukanlah variabel yang bisa disirnakan begitu saja. Sully mengajari kita semua tentang hal itu. Tentang pandangan terbuka pada pendapat manusia dan tidak hanya berpangku di rekayasa mesin. Probalitas terbuka lebar, terkhusus di insiden Hudson, insting pilot dan co-pilot yang berdedikasi bukanlah isapan jempol. Sully bertutur tentang pendaratan pesawat darurat di Sungai Hudson. Keputusan itu harus diambil karena kedua mesin di baling-balingnya rusak akibat terserang gerombolan burung yang sedang migrasi. Selain itu, Kapten Sully melihat bahwa tidak memungkinkan untuk mendaratkan pesawat di landasan pacu terdekat. Pendek kata, 155 orang yang ada di pesawat selamat. Tetapi rundungan tidak berhenti di situ. Di tengah lautan pujian masyarakat, kapten dan co-pilot masih harus menghad...
The Hunger Games Pimpin Pemberontakan di Dunia Nyata
#Film, #Home

The Hunger Games Pimpin Pemberontakan di Dunia Nyata

Tulisan ini membahas: Masyarakat sipil Thailand menggunakan salam hormat tiga jari sebagai simbol anti kebrutalan militer Golongan muda Thailand-lah yang memulai penggunaan simbol ini Pemerintah Thailand sampai mengeluarkan peringatan keras terkait pelarangan penggunaan simbol salam hormat tiga jari The Hunger Games adalah fiksi distopia yang berseting di Amerika Utama Katniss dan salam hormat tiga jari adalah simbol yang sama-sama besar di pemberontakan Panem The Hunger Games dianggap mampu memotret kondisi demokrasi saat ini Selama masa protes yang dilakukan oleh masyarakat sipil untuk melawan tindakan brutal militer Thailand (2015), para demonstran menggunakan salam hormat tiga jari untuk menuntut terwujudnya demokrasi. Sejarah panjang di dunia ini memang p...