Tag: #Review Film

Review Film Indonesia | “Istirahatlah Kata-Kata (2016)” Wiji Thukul yang Manusia Biasa
#Film, #Home, Rating 8.5

Review Film Indonesia | “Istirahatlah Kata-Kata (2016)” Wiji Thukul yang Manusia Biasa

Segarang-garangnya citra seseorang, mereka tetaplah orang, bagian dari entitas manusia. Yang antara takut dan nekat kadang tidak kenal alokasi ruang dan waktu. Yang antara provokatif dan sekadar jujur pada diri sendiri kadang beda efek karena faktor tafsir orang lain beda-beda. Itulah sosok Wiji Thukul yang dibawa oleh karya sinema berjuluk Istirahatlah Kata-Kata garapan Yosep Anggi Noen. Istirahatlah Kata-Kata menyoroti seorang Wiji Thukul yang mesti berpindah-pindah tempat persembunyian sejak tahun 1996. Namanya masuk dalam daftar DPO karena menjadi bagian dari Partai Rakyat Demokratik yang saat itu keberadaannya melanggar Undang-Undang, sekaligus karena puisi-puisinya dianggap bertanggungjawab memprovokasi massa untuk menggulingkan rezim Soeharto, Orde Baru. Wiji yang kemudian memil...
Review Film | “Hidden Figures (2016)” Tidak Ada Mayor Tanpa Minor
#Film, #Home, Rating 8.5

Review Film | “Hidden Figures (2016)” Tidak Ada Mayor Tanpa Minor

Seyakin pose tiga perempuan di posternya, Hidden Figures tampil percaya diri dan stabil. Meskipun membawa frasa yang cukup berat: “untold story”, tetapi film ini lewat penanganan Theodore Melfi memilih jalur alternatif dengan mengisahkan perjalanan para tokoh sentralnya di sirkuit ringan. Kita bisa dengan mudah dibuat tersenyum, geram, tertawa, dan beberapa kali terharu-merinding di momen-momen yang memang “perlu” diganjar impresi tersebut. Film ini berlatar tahun 60-an dengan karakter utamanya adalah tiga orang perempuan ras kulit hitam: Katherine, Dorothy, dan Mary. Mereka memiliki kecerdasan saintifik di atas rata-rata. Namun, berada di periode ini, masyarakat kulit hitam masih dimarjinalkan. Ada pengkotak-kotakan fasilitas berdasarkan warna kulit. Tak terkecuali di lembaga keilmuan...
Review Film | “La La Land (2016)” Los Angeles dan Balon-Balon Asa
#Film, #Home, Rating 9.5

Review Film | “La La Land (2016)” Los Angeles dan Balon-Balon Asa

Berbekal tumpukan asa dan segepok attitude, La La Land punya paket lengkap untuk disebut sebagai film motivasi. Perpaduan apik antara jazz dan dunia seni itu sendiri. Mengawali perjalanan berdurasi dua jam lebih sedikit, penonton disambut oleh visual kemacetan di Los Angeles (LA). Di sini pulalah awal pertemuan Mia dan Sebastian terjadi, meski impresinya kurang mengenakkan. Mia adalah seorang perempuan yang ingin mengejar mimpinya sebagai seorang aktris. Sedangkan Sebastian adalah seorang pianis jazz kaki lima yang beraspirasi memiliki kelab sendiri supaya bisa menghidupi musik yang dicintainya. Selanjutnya mereka berdua secara tidak terduga selalu kembali dipertemukan oleh semesta. Pertemuan-pertemuan yang efektif memompa stamina keyakinan diri untuk terus bekerja keras menebus cita-cita...
Review Film Indonesia | “Cek Toko Sebelah (2016)” Menjamu Kemapanan
#Film, #Home, Rating 8

Review Film Indonesia | “Cek Toko Sebelah (2016)” Menjamu Kemapanan

Sementera Ernest semakin layak digelari "pencipta" karakter sidekick yang handal--sejak dari Ngenest lewat Patrick (Morgan) dan sekarang Yohan (Dion)--fokus Cek Toko Sebelah justru terdistorsi oleh obsesi subplot keroyokannya. Kali ini penonton diajak untuk mengikuti sepotong perjalanan Erwin dan kakaknya, Yohan. Mereka berdua adalah anak dari Koh Afuk, pemilik toko kelontong keturunan Cina. Karena si ayah semakin sering sakit-sakitan, toko ingin diwariskan ke salah satu anaknya. Erwin-lah yang ditunjuk, sedangkan dia sedang memiliki karier kantoran yang cemerlang. Yohan yang bekerja sebagai seorang fotografer tidak bisa berbuat banyak--padahal dia ingin mewarisi usaha keluarganya itu--dia semakin merasa kerdil di mata keluarga sejak sang ibu meninggal. Selanjutnya, keputusan dengan berba...
Review Film Indonesia | “The Professional (2016)” Untung Tidak Bebal Logika
#Film, #Home, Rating 8

Review Film Indonesia | “The Professional (2016)” Untung Tidak Bebal Logika

Film model heist itu formulatik. Tidak berarti gampang dibikin, malahan potensi cacat logikanya lebih riskan. Substansi The Professional tampil menyenangkan dan mengesankan, terlepas dari keterbatasan-keterbatasan teknikalnya. Film garapan Affandi Abdul Rachman ini berkisah tentang Abi yang mesti mendekam di penjara karena diseting oleh Reza, pesaing bisnisnya. Sekian waktu berselang, dia akhirnya keluar dari jeruji besi dan berencana melakukan balas dendam dengan cara merampok aset milik Reza. Motifnya sederhana, bukan melulu tentang materi, tetapi supaya Reza merasakan derita. Perjalanan tidak mudah, sebab keduanya sama-sama lihai bermain strategi. Sebagai sebuah sajian aksi-laga, film garapan MNC ini berada di jalur yang tepat. Dia berfase cepat dan perhatian atas detailnya cuku...
Review Film | “Arrival (2016)” Klenik atau Ilmiah?
#Film, #Home, Rating 9.5

Review Film | “Arrival (2016)” Klenik atau Ilmiah?

Kalau seumpama Arrival diadaptasi di Indonesia, kemungkinan besar terma "cenayang" atau "dukun" akan ikut nebeng di judulnya. Namun karena ini adalah buah karya Hollywood asal Amerika, pesan klenik pun harus dibalut sesains mungkin. Untuk melakukannya, tak tanggung-tanggung film ini menjadikan linguistik dan sains sebagai duta utama demi mengikis ego chauvinisme. Film ini berkisah tentang Louise, seorang ahli bahasa yang kebetulan harus kembali berurusan membantu pemerintah. Kali ini tugasnya bukan lagi menerjemahkan "siasat" intelijen berbahasa asing, tetapi melakukan komunikasi dengan alien yang tiba-tiba mampir ke bumi--kehadiran mereka mengakibatkan gelombang kepanikan dan ketakutan di masyarakat. Mereka--alien itu--tidak cuma berada di satu tempat. Mereka menunggangi "kendaraan" be...
Review Film | “Rogue One: A Star Wars Story (2016)” Star Wars Paling Heroik
#Film, #Home, Rating 9

Review Film | “Rogue One: A Star Wars Story (2016)” Star Wars Paling Heroik

Di balik sebuah kejadian besar, selalu ada tindakan pendahulunya yang tidak bisa dilupakan begitu saja. Rogue One menjadi salah satunya, ini adalah tribute heroik sebelum akhirnya kita mengenal A New Hope--Star Wars paling ikonik, Episode IV. Bersyukurlah wahai para manusia kekinian. Rogue One berkisah tentang hubungan ayah-anak, Jyn Erso dan Galen Erso. Mereka harus terpisahkan karena Empire menangkap dan memerlukan kemampuan Galen dalam merakit senjata paling berbahaya sejagat raya. Karena tindakannya yang menuruti kemauan penawan, citra Galen jadi sedemikian buruk di mata para pemberontak, bahkan Jyn sempat dibuat sulit menentukan sikap. Ternyata, sang ayah memiliki maksud tersembunyi lain, maksud yang bakal menciptakan kekacauan besar. Kalau Rogue One adalah ujian mata pelaja...
Review Film | “Sing (2016)” Tanpa Deretan Lagu Hits, Sing Nihil
#Film, #Home, Rating 7.5

Review Film | “Sing (2016)” Tanpa Deretan Lagu Hits, Sing Nihil

Bayangkan dirimu sedang mencari video kompetisi menyanyi di YouTube, disusun ke dalam playlist, tetapi seluruh manusianya berwujud hewan-hewan. Itulah yang bakal ditemui ketika menonton Sing di pembuka dan penutup. Dengan probabilitas "bakalan bagus" yang cukup besar, nyatanya film ini justru mempermalukan dirinya sendiri. Kesalahannya tertumbuk pada satu perkara besar: para kreatornya keasyikan dengan ragam subplot sampai-sampai plot utamanya berada di ujung tanduk. Sing mengisahkan tentang seekor koala bernama Moon yang berada di ambang kebangkrutan usaha teaternya. Berbagai hal sudah dia coba, tetapi kejayaan serupa puluhan tahun silam susah digenggam lagi. Suatu ketika dia memiliki ide baru yaitu membuat ajang pencarian bakat dengan iming-iming hadiah. Mirisnya, sang sekretaris me...
Review Film | “Kimi No Na Wa (Your Name) (2016)” Merayakan Absurditas Manusia
#Film, #Home, Rating 8.5

Review Film | “Kimi No Na Wa (Your Name) (2016)” Merayakan Absurditas Manusia

Apalah sinema Asia kalau tidak memasukkan nilai-nilai mistis ke dalamnya. Dan hal demikianlah yang membuat karya-karya dari benua ini bisa unik sekaligus menarik, sebab perangai mistis tersebut selalu efektif menyasar level personal. Kita dibuat merasa terhubung langsung secara emosional, meski nampaknya tidak wajar. Your Name bercerita tentang dua pelajar yang tidak saling kenal, tidak tinggal di daerah yang sama, tidak seragam jenis kelaminnya, dan pada awalnya benar-benar tidak paham apa yang sebenarnya terjadi pada mereka. Sesudahnya, mereka pelan-pelan sadar bahwa keduanya saling "bertukar tubuh". Kejadian yang pada awalnya nampak sangat janggal tersebut lama-lama menyatukan keselarasan mereka dengan dramatis sekaligus humoris. Kondisi euforia itu tidak berlangsung lama. Ketika Ta...