Thursday, April 30

Tag: #Review Film

Review Film | “Kubo and the Two Strings (2016)” Menggumuli Ketidaksempurnaan
#Film, #Home, Rating 9

Review Film | “Kubo and the Two Strings (2016)” Menggumuli Ketidaksempurnaan

Seumpama manusia, Kubo and the Two Strings adalah tipe orang yang sudah mengenal dia siapa dan tujuan hidupnya mau ke mana. Ketika aspek intrapersonal ini sudah sangat kuat, apa pun keputusan yang diambil tidak lagi menakutkan. Film ini sangat percaya diri menunjukkan pada penonton: ketidaksempurnaan itu sempurna. Kubo and the Two Strings bercerita tentang sang tokoh utama bernama Kubo. Dia adalah anak lelaki dari seorang Pria Ksatria dan seorang wanita yang sengaja saya rahasiakan identitasnya. Kubo selalu diburu oleh sang kakek--dibantu oleh saudari ibunya--untuk diambil bola matanya. Sewaktu bayi, satu bola matanya sukses raib. Setelah sudah lebih besar, Kubo tinggal bersama ibunya di sebuah daerah antah-berantah. Kronologi jadi kacau setelah Kubo tidak sengaja melanggar pesan sang ib...
Review Film | “The Preppie Connection (2016)” Realisasi Ala-Ala
#Film, #Home, Rating 6

Review Film | “The Preppie Connection (2016)” Realisasi Ala-Ala

Buat milenial, apalagi yang tinggal di luar Amerika, The Preppie Connection adalah manifestasi dari kata "asing". Dan sebagai sebuah narasi yang mengangkat kisah berdasarkan jejak langkah masa lampau, sudah selayaknya film ini mampu mengonversikan ketidaktahuan penonton menjadi sebaliknya. Kabar baiknya, film ini bisa memperkenalkan. Namun, The Preppie Connection melakukan pendekatan personal yang keliru dalam adaptasinya. Film ini berkisah tentang seorang pemuda, Tobias alias Toby, yang memperoleh beasiswa di sebuah sekolah bergengsi. Itu merupakan angan-angan dari orangtua, terutama ibunya, sejak lama. Namun Toby tidak seantusias itu. Di hari pertama, dia sudah mengalami perlakuan tidak mengenakkan dari sekelompok teman satu pondokan--untungnya ada satu murid dari Kolombia yang selal...
Review Film | “Ghostbusters (2016)” Sampah
#Film, #Home, Rating 5

Review Film | “Ghostbusters (2016)” Sampah

Mencurigakan kalau ada penonton yang masih merasa baik-baik saja pasca menandaskan Ghostbusters. Film ini sungguh humiliating. Penghinaan bar-bar bagi para penontonnya. Gagal total. Paul Feig, sehat? Ghostbusters merupakan reboot dari film jadul berjudul sama. Film ini berkisah tentang sekelompok orang--kebetulan sekarang lead-nya diisi oleh empat perempuan--yang percaya akan adanya hantu. Entah sekadar percaya, pernah mengalami, maupun baru saja mengalami. Karena beroperasi di Amerika yang aliran positivisme dalam keilmuannya sangat kental, mereka tetaplah dituduh mengada-ada. Meski segala pirantinya seolah sudah menggunakan landasan fisis-matematis. Hingga suatu ketika, salah satu sesi pembuktian menumpahkan malapetaka di luar antisipasi. Sungguh, sungguh, dan sungguh gununga...
Review Film | “Train to Busan (2016)” Tertegun oleh Zombie Hibrida
#Film, #Home, Rating 8

Review Film | “Train to Busan (2016)” Tertegun oleh Zombie Hibrida

Berbekal atmosfer klaustrofobia, Train to Busan cukup berhasil menjaga ritme supaya terus mengintimidasi. Film ini serasa gabungan tipikal film zombie, representasi hantu khas Asia Timur, Contagion, dan Snowpiercer. Yang membuatnya lumayan menjengkelkan adalah banyaknya momen dramatisasi tipe tertegun. Pun karena terlalu asyik dalam membangun rasa tertekan, film ini justru lupa tentang alasan-alasan fundamental dalam plotnya. Train to Busan berkisah tentang seorang anak yang ingin berlibur ke Busan. Sang ayah--petinggi perusahaan--sudah lama berjanji untuk mewujudkannya namun selalu berakhir di janji karena sibuk pada pekerjaan. Kali ini keinginan si anak jadi kenyataan. Mereka menggunakan kereta sebagai moda transportasinya. Secara tidak terduga di tengah perjalanan nampak kejadian an...
Review Film | “Pete’s Dragon (2016)” Keberanian Bocah Belia
#Film, #Home, Rating 7

Review Film | “Pete’s Dragon (2016)” Keberanian Bocah Belia

Dua ribu enam belas agaknya jadi tahun yang gemilang buat prolog film model kecelakaan mobil. Pete's Dragon tidak mau ketinggalan. Berharap ingin berpetualang, keluarga berisikan ayah, ibu, dan Pete yang masih belia harus mengalami kecelakaan naas. Setelah beberapa kali tampil dewasa, melalui film ini Disney kembali ke akarnya. Sebuah persembahan buat anak-anak. Film ini berkisah tentang Pete, bocah yang tertimpa kemalangan karena mobil yang ditumpangi bersama orangtuanya mengalami kecelakaan. Si mobil tergelincir dan terbalik di dalam hutan. Pete selamat. Dia selamat karena ditemukan oleh seekor naga berbulu hijau yang baik hati, Elliot. Semenjak itu, Pete adalah anak rimba. Sampai suatu hari, Pete melakukan tindakan yang membahayakan kehidupan si naga. Dahi penonton tidak akan dibua...
Review Film | “Sully (2016)” Jelmaan Dedikasi
#Film, #Home, Rating 9

Review Film | “Sully (2016)” Jelmaan Dedikasi

Manusia bukanlah variabel yang bisa disirnakan begitu saja. Sully mengajari kita semua tentang hal itu. Tentang pandangan terbuka pada pendapat manusia dan tidak hanya berpangku di rekayasa mesin. Probalitas terbuka lebar, terkhusus di insiden Hudson, insting pilot dan co-pilot yang berdedikasi bukanlah isapan jempol. Sully bertutur tentang pendaratan pesawat darurat di Sungai Hudson. Keputusan itu harus diambil karena kedua mesin di baling-balingnya rusak akibat terserang gerombolan burung yang sedang migrasi. Selain itu, Kapten Sully melihat bahwa tidak memungkinkan untuk mendaratkan pesawat di landasan pacu terdekat. Pendek kata, 155 orang yang ada di pesawat selamat. Tetapi rundungan tidak berhenti di situ. Di tengah lautan pujian masyarakat, kapten dan co-pilot masih harus menghad...
Review Film | “Don’t Breathe (2016)” Memperbarui Horor Milenial
#Film, #Home, Rating 8

Review Film | “Don’t Breathe (2016)” Memperbarui Horor Milenial

Don’t Breathe patut dipuji karena berhasil menciptakan rasa mencekam yang sangat dekat dengan penonton. Penonton dibuat tidak yakin apakah tiga karakter yang diperkenalkan lebih dulu bakal bisa benar-benar terbebas dari jerat, sampai di menit penghabisan. Horor itu terus mengintai penonton sejak durasi bergulir, membuat bertanya-tanya karena semakin—dan sangat—buramnya batasan baik-buruk. Film ini berkisah tentang sekelompok anak muda yang memiliki kebiasaan merampok rumah kosong. Selama ini, mereka seringkali tidak mengalami kesulitan dalam mengeksekusi aksinya. Terlebih karena mereka sangat rapi dalam melakukan tindakan pra-aksi. Mereka selalu melakukan pengamatan selama sekian waktu, bahkan mereka juga paham tindakan awal apa saja yang mesti dilakukan supaya perampokan mereka tidak ...
Review Film Indonesia | “Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1 (2016)” Lebih Nostalgia Ketimbang Lucu
#Film, #Home, Rating 7.5

Review Film Indonesia | “Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1 (2016)” Lebih Nostalgia Ketimbang Lucu

Meskipun Warkop DKI Reborn (yang seterusnya akan disebut Warkop Reborn) tidak istimewa, untung saja filmnya masih tergolong menyenangkan. Layaknya film Warkop terdahulu, Warkop kali ini yang mengambil anak judul Jangkrik Boss Part 1 kembali terjebak di juntaian humor dangkal. Tetap, di sela-sela ada beberapa selipan kritik sosial yang dilemparkan. Kalau diminta untuk menuliskan rangkuman sederhana, film Warkop Reborn ini lumayan bikin bingung. Tidak ada fokus utama yang dituju, setiap permasalahan muncul dan tenggelam begitu saja. Tetapi paling tidak sebagai gambaran singkat, film ini berkisah tentang tiga Agen Chips, Dono, Kasino, dan Indro yang sedang menjalankan tugas. Di sepanjang sepak terjang, ada saja halangan yang mereka temui. Dan di Part 1 ini, ekonomilah yang menjadi biang ke...
Review Film | “Suicide Squad (2016)” Kepalang Bingung
#Film, #Home, Rating 7

Review Film | “Suicide Squad (2016)” Kepalang Bingung

Kabar baiknya, Suicide Squad masih menarik kalau ditonton ulang--karena ganjil. Kabar buruknya, film ini tidak bisa mengelak bahwa naskahnya masih setengah matang. Dialog dan sekuens yang dilempar terlalu ala kadarnya dan malah menjurus ke, "Apa sih?" Film ini berkisah tentang Amanda Waller, seorang petinggi badan intelijen Amerika, yang bermaksud membentuk pasukan khusus "Task Force X" pasca tewasnya Superman. Pasukan itu terdiri dari para penjahat "DC Comics" yang kebetulan berhasil ditangkap. Tugas mereka adalah menjalankan misi "bunuh diri" kalau sewaktu-waktu ada ancaman luarbiasa yang terjadi.   Di atas kertas, film ini memiliki semua syarat untuk menjadi sangat istimewa. Berbagai tokoh villain tiba-tiba harus menjalankan program "penyelamatan". Ditambah, banyak di ...